Hari Pertama Angkutan Gratis Beroperasi di Dawan, Banyak Siswa SMP Masih Kendarai Motor ke Sekolah

IMG-20260119-WA0210
Sejumlah angkutan siswa gratis bersiap menjemput siswa di Kecamatan Dawan.

SEMARAPURA-Fajar Bali, Hari pertama Angkutan Siswa Gratis (Angsis) beroperasi di Kecamatan Dawan, Klungkung disambut antusias oleh para siswa, Senin (19/1/2026). Bahkan, siswa datang lebih awal dan menunggu kedatangan angsis di titik kumpul. Sayangnya, meski sudah disiapkan armada antar jemput, masih saja banyak siswa yang memilih mengendarai sepeda motor sendiri ke sekolah.

Pantauan di SMP Negeri 2 Dawan yang berlokasi di Desa Gunaksa, masih terlihat banyak sepeda motor yang terparkir. Utamanya di bagian depan sekolah, sepeda motor aneka merk nampak berjejer. Padahal, menurut Nengah Yustika salah seorang sopir Angsis, layanan angkutan gratis tersebut sudah mulai beroperasi dan siap menjemput sekaligus mengantar siswa ke sekolah.

Yustikan mengatakan, dirinya melayani trayek Mincidan-Sampalan-SMPN 2 Dawan. Di hari pertama ini, Yustika menjemput siswa sebanyak dua kali. "Sekali angkut itu sebanyak 14 siswa. Jadi untuk satu trayek (Mincidan-Sampalan-SMPN 2 Dawan ini ada 9 armada yang beroperasi," ungkapnya.

Semenjak lolos sebagai sopir Angsis, Yustika mengatakan tidak lagi mengangkut penumpang umum. Dirinya memilih fokus mengantar jemput siswa saja. Apalagi, selama menjadi sopir angkot, hasil yang diterimanya tidaklah besar. Sekali beroperasi dengan rute Muncan-Selat Duda-Besakih, dan Karangasem hanya mendapat  hasil Rp200 ribu. Sedangkan di saat balik, sudah tidak ada penumpang lagi. Sehingga kendaraan kosong dan tidak mendapat pemasukkan.

"Honor sebagai sopir Angsis saya belum terima. Tapi menurut anak saya, yang lebih dulu jadi sopir angkutan siswa gratis di Kecamatan Klungkung,  bisa dapat sampai Rp 3,7 juta perbulan kalau full tanpa absen," ujarnya. Untuk seterusnya, Yustika berharap program Angsis ini akan selalu menjadi program unggulan. Lantaran selain memudahkan siswa untuk ke sekolah, juga memberdayakan sopir angkot yang kian ditinggalkan.

Pantauan di lapangan, siswa terlihat sangat antusias mencoba layanan Angsis. Bahkan ada sejumlah siswa yang datang pukul 10.30 Wita ke titik kumpul. Mereka mendapatkan jadwal masuk siang. Para siswa tersebut telihat setia menunggu hingga Angsis datang.

Menurut  Kabid Angkutan dan Sarana Dinas Perhubungan Klungkung Wayan Putra Suwijana, layanan Angsis di Kecamatan Dawan untuk hari pertama dan kedua akan dievaluasi. Hal-hal yang menjadi kekurangan ataupun catatan akan dibenahi. Apalagi kata Wayan Putra, untuk layanan Angsis di Kecamatan Dawan masih kekurangan armada. Idealnya para siswa dilayani oleh 80 armada, tetapi saat ini baru tersedia 50 armada saja. "Yang jelas hari pertama dan kedua akan dievaluasi, nanti apa hasil evaluasi akan dibahas lagi," tegasnya.

BACA JUGA:  Digrebek Polisi, Sekelompok Remaja di Klungkung Live TikTok Saat Balap Liar dan Judi

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Klungkung, Anak Agung Putra Wedana mengatakan layanan Angsis di Kecamatan Dawan menyasar tiga SMP Negeri. Yakni SMPN 1 Dawan dengan jumlah siswa 633 orang, SMPN 2 Dawan sebanyak 604 siswa, serta SMPN 3 Dawan sebanyak 299 siswa. Total siswa yang akan terlayani mencapai 1.536 orang. “Dinas Perhubungan (Dishub) Klungkung menyiapkan sebanyak 50 armada. anggaran sebesar Rp2.289.452.970,” ujar Putra Wedana. W-019

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top