Gus Adhi Ajak Semua Komponen Lawan Kecurangan

(Last Updated On: 06/12/2023)

Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra

 

DENPASAR-fajarbali.com | Tahapan masa kampanye dimanfaatkan oleh para calon untuk bersosialisasi dan meraih dukungan dari masyarakat. Akan tetapi, potensi-potensi terhadap kecurangan sangat rentan terjadi. Mulai dari money politik dan intimidasi. Hal tersebut diungkapkan oleh Anggota Komisi II DPR RI, Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra atau yang akrab disapa Gus Adhi saat melakukan serap aspirasi (reses) bersama penyelenggara Pemilu di Gedung Wiswa Sabha, Rabu (06/11).

 

Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra,  Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gde Lidartawan, Ketua Bawaslu Bali, Kesbangpol Bali, Kasat Pol PP Provinsi Bali dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

 

Gus Adhi menjelaskan, KPU sebagai penyelenggara dan Bawaslu sebagai pengawas harus memiliki komitmen. Sehingga potensi-potensi terhadap kecurangan bisa diantisipasi dengan baik. Apalagi, anggaran yang telah digelontorkan sangat besar. “Anggaran pemilu akan sia-sia kalau tidak bisa menjaga kualitas pemilu,” jelasnya.

 

Pria yang juga akrab disapa Amatra ini menceritakan pengalamannya saat melakukan sosialisasi di beberapa daerah di Bali. Ada wilayah yang disebut ‘angker’ dalam setiap hajatan Pemilu lantaran dilarang masuk. Hal seperti itulah yang harus diantisipasi, jangan sampai terjadi lagi. “Jangan sampai ada istilah itu dan melarang masyarakatnya menerima caleg. Seluruh masyarakatnya mengarahkan sikapnya 80 persen mengarahkan pada salah satu parpol, itu yang ada terjadi di Bali,” ungkapnya.

 

Oleh karena itu, Bawaslu sebagai pengawas diminta jangan sampai tutup mata. Contohnya seperti di Kabupaten Karangasem. Maka dari itu, Gakkumdu di daerah tersebut juga harus melakukan pengawasan dan penegakan hukum. “Ini pengalaman saya, kita hubungi Bawaslu Karangasem, handphone mati, ketika di WA, tidak ada jawaban sampai sekarang,” jelasnya.

 

Terakhir, Caleg DPR RI dari Partai Golkar ini juga mengajak seluruh komponen untuk bersama-sama melawan kecurangan. Jangan sampai terjadi money politik dan tindakan-tindakan yang mencederai demokrasi. “Mari Kita wujudkan Bali sebagai contoh pelaksanaan Pemilu yang jurdil, terjauhi dari kecurangan, intisimidasi dan money politik,” tutupnya. W-011

 Save as PDF

Next Post

Bersih Sungai dan Penghijauan, Rangkaian HUT ke-128 BRI Regional Office Denpasar

Kam Des 7 , 2023
Regional CEO BRI Denpasar Recky Plangiten menjelaskan, program ini dilaksanakan di seluruh Indonesia. Namun khusus untuk Regional Bali, NTB, dan NTT, program ini diselenggarakan di 6 titik sungai.
BRI

Berita Lainnya