Gerakan Sekolah Ramah Anak: Sosialisasi Anti-bullying di SDN 2 Blahbatuh, Gianyar 

IMG-20260401-WA0002
Sosialisasi Sekolah Ramah Anak Anti-bullying di SDN 2 Blahbatuh, Gianyar.

GIANYAR-fajarbali.com | Kelompok mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar di Desa Blahbatuh, Gianyar, menitikberatkan pada program sekolah ramah anak, selain program lainnya.

Salah satu tempat sasaran adalah SDN 2 Blahbatuh. Para murid diberikan sosialisasi tentang anti-bullying atau sekolah bebas dari praktik perundungan.

Seluruh rangkaian kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Perbekel Desa Blahbatuh, Gede Satya Kusuma, yang sangat mengapresiasi program kerja yang telah dilaksanakan.

"Kegiatan sosialisasi seperti anti bullying, yang tentunya sangat bermanfaat bagi anak-anak dan masyarakat desa Blahbatuh," kata Satya, belum lama ini.

Satya berharap, Semoga kehadiran adik-adik mahasiswa PkM, dapat memberikan pengalaman yang berharga, baik bagi mahasiswa maupun bagi masyarakat kami

Putri Agung Permata Sari, S.Kom., M.T., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa Unmas yang telah melaksanakan kegiatan PKM di Desa Blahbatuh. Berinisiatif dan melaksanakan kegiatan yang sangat bermanfaat ini.

"Sosialisasi anti-bullying bukan hanya sekadar program kerja, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan, khususnya bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa," kata Permata Sari.

Dosen pembimbing lapangan mengharapkan melalui kegiatan ini, adik-adik dapat lebih sadar untuk saling menghargai, tidak saling menyakiti, dan berani untuk berkata tidak terhadap tindakan bullying.

"Kepada mahasiswa PKM, saya harap kegiatan ini dapat menjadi pengalaman berharga dalam mengabdi kepada masyarakat serta meningkatkan kepekaan sosial," harapnya.

Kegiatan PKM yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Mahasaraswati (UNMAS) Denpasar merupakan wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 11 Maret 2026 di SD Negeri 2 Blahbatuh, Desa Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh, dengan tujuan meningkatkan kesadaran sosial serta memberikan edukasi kepada siswa sekolah dasar mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari bullying.

BACA JUGA:  Komitmen Ciptakan Kampus Hijau, Unud Ikuti Perankingan UI Green Metric

Sebelum pelaksanaan kegiatan, dilakukan tahap observasi pada tanggal 25 Februari 2026 untuk mengidentifikasi kondisi lingkungan sekolah dan memahami karakteristik siswa.

Hasil observasi menunjukkan bahwa lingkungan sekolah tergolong kondusif dan interaksi antara guru dan siswa berjalan dengan baik. Namun, masih ditemukan perilaku yang mengarah pada tindakan bullying di kalangan siswa kelas IV, baik dalam bentuk verbal seperti ejekan maupun dalam bentuk sosial seperti pengucilan.

Hal ini menunjukkan perlunya upaya edukasi preventif guna meningkatkan pemahaman siswa terkait dampak negatif bullying.

Sebagai tindak lanjut, dilaksanakan program sosialisasi anti-bullying yang diikuti oleh 45 siswa kelas IV. Kegiatan ini menggunakan pendekatan interaktif dan partisipatif melalui metode penyampaian materi dengan bahasa sederhana, diskusi, tanya jawab, serta berbagi pengalaman.

Materi yang disampaikan meliputi pengertian bullying, jenis-jenis bullying (verbal, fisik, dan sosial), dampak yang ditimbulkan, serta pentingnya empati, toleransi, dan sikap saling menghargai. Selain itu, siswa juga didorong untuk berani menjadi “upstander” yang membela korban, serta melaporkan tindakan bullying kepada pihak yang berwenang.

Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Beberapa siswa bahkan berani menceritakan pengalaman pribadi mereka terkait bullying, baik sebagai korban maupun pelaku.

Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan yang digunakan berhasil menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan terbuka. Keterlibatan aktif siswa menjadi indikator bahwa kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman serta kesadaran mereka terhadap bahaya bullying.

Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi ini berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif. Siswa menjadi lebih memahami pentingnya menjaga sikap dan perilaku dalam berinteraksi dengan teman sebaya. Kegiatan ini juga menjadi langkah preventif dalam menekan angka bullying di lingkungan sekolah dasar, sekaligus mendukung pembentukan karakter anak sejak dini.

BACA JUGA:  FMIPA Unud Gelar Pelatihan Pembuatan Face and Body Scrub di Desa Belimbing, Tabanan

Dengan demikian, kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya bermanfaat bagi siswa, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa PKM dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan secara langsung.

Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna mewujudkan lingkungan pendidikan yang ramah anak, aman, dan bebas dari bullying. (rel)

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top