Geliatkan Penjualan Produk UMKM Melalui Daring

(Last Updated On: )

Denpasar-fajarbali.com | Pandemi Covid-19 tak hanya membuat sektor pariwisata melemah, pandemi juga membatasi mobilitas masyarakat dalam melakukan berbagai aktivitas. Hal ini tentu saja mempengaruhi pemasaran produk, sehingga saat ini pemasarannya lebih optimal dilakukan dengan sistem dalam jaringan (daring).

Salah seorang pelaku UMKM, Luh Wayan Sriadi mengakui, di tengah pandemi Covid-19 memanfaatkan media digital sangat efektif dalam memasarkan produk.

“Saat ini saya memang lebih fokus jualan melalui media online. Di tengah pandemi, kebanyakan orang diam di rumah dan pameran juga terbatas. Jadi, apa yang bisa digarap, itu yang dilakukan,” ungkapnya, Kamis (6/5/2021).

Baca Juga :
Larangan Mudik Diharapkan Mampu Menekan Transmisi Lokal Penularan Covid-19
Ericsson Luncurkan Radio Tiga-Sektor Untuk Pembaruan Situs serta Peningkatan Kapasitas Secara Efisien

Ia juga mengatakan, pemasaran secara daring jangkauan pasarnya bisa lebih luas dan fleksibel. Bahkan, di tengah pandemi ini, permintaan produk lebih banyak datang dari luar Bali, seperti Jakarta dan daerah lain di Pulau Jawa. Beberapa negara seperti Hongkong dan Jepang juga menjadi sasaran promosi produknya.

Dalam berjualan, Sriadi lebih banyak memanfaatkan media sosial dan WhatsApp. Hal ini dikatakannya sangat efektif. Menurutnya, pemilihan media digital sebagai media promosi menjadi hal penting yang harus diperhatikan, disesuaikan dengan jenis produk dan pangsa pasar yang ingin disasar.

“Kalau untuk produk kami, tenun kan tergolong eksklusif. Jadi, pemasarannya butuh story telling (bercerita) soal produk, sehingga pemilik produk dan pembeli harus interaksi secara langsung. Oleh karena itu, penting dalam memilih media yang digunakan dalam berjualan,” terangnya.

Dikatakannya, marketplace belum bisa optimal untuk memasarkan jenis produk eksklusif yang dimilikinya. Selain pangsa pasarnya kurang tepat, interaksi langsung tidak didapatkan di marketplace karena menggunakan jasa orang ketiga.

Dalam memasarkan produk secara daring, pihaknya juga harus gencar melakukan promosi. Selain aktif mengunggah berbagai produk yang ditawarkan, ia pun memanfaatkan momen-momen tertentu untuk memberi potongan harga. Hal ini guna memberikan ketertarikan bagi konsumen. (dha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Sektor Pertanian Alami Pemulihan di Masa Pandemi

Kam Mei 6 , 2021
(Last Updated On: )Denpasar-fajarbali.com | Pemerhati Ekonomi M. Setyawan Santoso mengatakan, di tengah terjangan pandemi Covid-19 yang mengakibatkan industri pariwisata merosot, justru hal tersebut tidak mempengaruhi sektor pertanian secara signifikan. Dengan kata lain, sektor pertanian di Bali tercatat mulai mengalami pemulihan.

Berita Lainnya