Gedong Pingit, ‘Miniatur’ Pura Goa Lawah di Karangasem, “Langganan” Pejabat, Balian hingga Paspampres

(Last Updated On: )

AMLAPURA – fajarbali.com | Keberadaan Pura Gedong Pingit di Bukit Ngandang, Banjar Pangitebel, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem belum terlalu familiar di telinga warga lokal. Malah, pamedek dari daerah lain seperti Jembrana, Badung dan Buleleng kerap nangkil ngaturang sembah bakti.

 

 

 

Keunikan pura yang di-empon delapan kepala keluarga (KK) ini adalah Parhyangannya menyerupai Pura Sad Kahyangan Goa Lawah, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. Saking miripnya, pura yang berdiri di tanah milik keluarga Jero Mangku I Gede Putra Terima ini cukup tepat dikatakan ‘miniatur-nya’ Pura Goa Lawah.

Bahkan, Putra Terima menjelaskan, ancangan Ida Betara berupa kelelawar (lelawah) setiap hari saling mengunjungi dengan kelelawar di Pura Goa Lawah. Jika dilihat dari jarak antar-kedua pura ini, memang berdekatan, kira-kira 2,5 kilo meter. Pura Gedong Pingit juga berdekatan dengan Pura Kahyangan Jagat Silayukti di Padang Bay, persis di balik bukit pura ini.

Sejumlah pejabat daerah dan anggota DPRD Kabupaten Karangasem kata Putra Terima, rutin tangkil untuk sembahyang dan meditasi. Begitu juga para balian dan umat Hindu se-Bali. “Pernah ada Pamedek dari Buleleng yang ‘masesangi’ dan memohon agar anaknya lolos jadi polisi, astungkara anaknya lolos dan saya dengar sekarang dia menjadi salah satu anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres),” jelas dia, Minggu (26/4/2020).

Putra Terima menambahkan, para pemedek yang nangkil untuk kali pertama biasanya setelah mengalami kejadian aneh, misalnya bisikan gaib dari mimpi dan sakit berkepanjangan. “Namun ada juga yang datang ke rumah awalnya membeli anggrek, tidak sengaja memandang bukit dilihat ada pura. Lalu mereka putuskan nyari waktu sembahyang bersama keluarga. Biasanya mereka dari jauh (luar Karangasem),” imbuhnya.

Pengakuan tentang pengalaman mistis juga dilontarkan I Gede Getas. Pria yang bekerja di Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Denpasar ini mengaku sering mengalami keajaiban di luar nalar. “Saya sering curhat dan memohon petunjuk jika ada persoalan kerjaan. Dan seing sekali dikabulkan, sehingga selain memohon keselamatan, kesehatan, cocok juga memohon kelancaran karir di pura ini,” katanya.

Foto: Pura Gedong Pingit di Bukit Ngandang, Banjar Pangitebel, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem.

 

Getas yang juga pangempon pura menjelaskan, di areal pura seluas 100 m2 ini terdapat tiga palinggih berupa gedong, padmasana serta sebuah batu di sisi selatan. Menurutnya Ida Betara yang berstana di pura itu adalah Sang Hyang Ratnasinari (istri), Sang Hyang Jagabelawa (lanang), Betara Baruna, Pasimpangan Pura Goa Lawah, Gunung Agung dan Dalem Ped, Nusa Penida. 

Pura Pasimpangan Dalem Ped terletak paling bawah, tepatnya pada anak tangga pertama menuju utama mandala. Sebelum nangkil, para pamedek wajib sembahyang di pasimpangan ini. Selanjutnya, baru boleh naik menapaki 90 anak tangga terjal menuju utama mandala. “Jika tidak maturan dulu ke Pasimpangan Dalem Ped, bisa tidak diizinkan (secara niskala) masuk ke pura utama,” kata Getas.

Lebih lanjut, kata dia, ihwal pura Gedong Pingit ini adalah sebuah bebaturan (gumukan bebatuan) di semak belukar tebing. Sekitar 10 tahun yang lalu, keluarga besarnya kerap menghadapi berbagai musibah, seperti kecelakaan. Berdasarkan petunjuk dan bisikan mimpi, keluarga satu waris ini sepakat menata area tersebut, termasuk merenovasi palinggih dan fasilitasnya. 

Dari sisi niskala, pihaknya juga melaksanakan upacara Rsi Gana yang dipuput Ida Sulinggih. Puncak wali dilaksanakan setiap Purnama Sasih Katiga. Setiap kali wali, keluarga pangempon tidak pernah mengeluarkan urunan, karena punia dan sesari dari para pamedek telah mencukupi.

Bagi para pamedek yang ingin tangkil, pura ini bisa ditempuh 1 jam perjalanan dengan kendaraan bermotor dari pusat Kota Denpasar. Setelah masuk wilayah Banjar Yeh Malet, Karangasem, kurangi kecepatan, tanyakan letak SD Negeri 3 Antiga Kelod, teruskan perjalanan 300 meter ke timur. Jika sudah sampai hubungi salah satu rumah di bawah tangga pura. Mereka adalah keluarga para pangempon. Lokasi bisa dijangkau dengan kendaraan roda empat. (Gde)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pangdam Tinjau Ratusan PMI/TKI Srilanka dan Maladewa yang Tiba di Bali

Ming Apr 26 , 2020
(Last Updated On: )DENPADAR- fajarbali.com | Sesuai dengan penekanan Pangdam IX/Udayana saat Video Conference dengan Para Danrem pada Jumat (17/4/2020) lalu terkait antisipasi kedatangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari luar negeri agar dilaksanakan pemeriksaan dan karantina sebelum dikembalikan ke daerah masing-masing, sehingga dapat memutus rantai penyebaran Covid-19.  

Berita Lainnya