
Selama 3 bulan berkegiatan, kelompok 15 KAT UNR melakukan beberapa program kerja, yang mayoritas berorientasi pada kelestarian lingkungan diantaranya gotong royong membersihkan lingkungan, kegiatan pemilahan sampah di TPS3R, penanaman tanaman hias , kegiatan sosialisasi dengan tema "Pemberdayaan Masyarakat dengan Pembuatan Ekoenzim Berbasis Rumah Tangga" serta praktek langsung pembuatan ekoenzim.
GIANYAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Sampah menjadi permasalahan yang tak kunjung tuntas di Indonesia. Seiring dengan berjalannya waktu, penumpukan sampah terus terjadi, namun tidak dibarengi dengan pengelolaannya. Permasalahan ini terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia, tak terkecuali di Desa Kelusa, Kecamatan Payangan, Bali. Hal ini menjadi atensi khusus bagi pemerintah dan juga pihak-pihak terkait lainnya, salah satunya adalah Kelompok 15 Kuliah Aplikatif Terpadu Universitas Ngurah Rai (KAT UNR).
Kelompok 15 KAT UNR beranggotakan 24 orang mahasiswa dengan didampingi oleh 5 dosen pembimbing yang diketuai oleh Ir. Ketut Witarka Yudiata., MT. Kelompok 15 KAT UNR mengambil lokasi Desa Kelusa, Kecamatan Payangan, Bali sebagai tempat dalam melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Selama 3 bulan berkegiatan, kelompok 15 KAT UNR melakukan beberapa program kerja, yang mayoritas berorientasi pada kelestarian lingkungan. Adapun program kerja berorientasi kelestarian lingkungan yang dimaksud antara lain: Kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan sekitaran Banjar Triwangsa, kegiatan pemilahan sampah di TPS3R Desa Kelusa, kegiatan penanaman tanaman hias bersama siswa-siswa SD, dan kegiatan sosialisasi dengan tema "Pemberdayaan Masyarakat dengan Pembuatan Ekoenzim Berbasis Rumah Tangga" serta praktek langsung pembuatan ekoenzim.










