Elemen Masyarakat Sading Rasakan Manfaat KKN IPE Poltekkes Kemenkes Denpasar

IMG-20260204-WA0009-1
Salah satu program KKN IPE Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Denpasar di Kelurahan Sading, Mengwi, Badung, mengedukasi murid TK tentang bagian pribadi tubuh.

MANGUPURA-fajarbali.com | Kelompok Kuliah Kerja Nyata Interpofesional Education (KKN IPE) Poltekkes Kemenkes Denpasar yang bertugas di Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, telah melaksanakan edukasi kesehatan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Mulai dari balita, anak TK/PAUD, SD, SMP, remaja hingga lansia, pada 28-30 Januari 2026 lalu. Edukasi dilaksanakan secara interprofesional, dengan mengintegrasikan keahlian yang dimiliki oleh enam Jurusan yang ada Di Poltekkes Kemenkes Denpasar, yaitu Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Gigi, Kesehatan Gzi, Teknologi Laboratorium Medis, dan Kesehatan Lingkungan.

“Belajar Area Privasiku”

Untuk sasaran anak-anak TK/PAUD diperkenalkan Area Privasiku di TK Shanti Kumara II, sebagai upaya memberikan edukasi sejak dini kepada anak-anak tentang pengenalan bagian tubuh pribadi dan pentingnya menjaga diri.

Edukasi yang diikuti 70 anak-anak ini, disambut antusias para guru. Anak-anak jadi mengetahui sejak dini bagian-bagian tubuh yang yang bersifat pribadi, siapa saja yang boleh dan tidak boleh menyentuh, serta cara bersikap dan melapor kepada orang dewasa yang dipercaya apabila merasa tidak nyaman. Penyampaian materi dilakukan dengan metode edukatif yang disesuaikan dengan usia anak, seperti bercerita, gambar, dan permainan sederhana.

Hadirkan Solusi Gizi dari TK-Lansia

Warga Sading dibekali literasi gizi mulai dari pengenalan makanan sehat sejak usia dini hingga inovasi pencegahan anemia melalui menu IronBoost. Pertama yang disasar adalah anak-anak TK Kumara Santi II dengan metode bermain.

Melalui pendekatan interaktif ini, kesadaran akan pentingnya gizi seimbang ditanamkan sejak dini agar siswa mampu memilih asupan yang mendukung pertumbuhan fisik mereka secara optimal.

Pada hari berikutnya kegiatan dilanjutkan dengan pemberian edukasi yang menyasar kelompok remaja melalui demonstrasi pembuatan “Kroket IronBoost” sebagai upaya inovatif dalam mencegah anemia. Menu ini diperkenalkan sebagai solusi pangan fungsional yang kaya akan zat besi namun tetap sesuai dengan selera kaum muda.

Dalam sesi ini, para remaja tidak hanya menyaksikan proses pengolahan, tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya asupan zat besi untuk menjaga konsentrasi belajar dan mencegah kelesuan. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif camilan sehat bagi remaja di Desa Sading dalam memenuhi kebutuhan nutrisi harian mereka.

BACA JUGA:  Cegah Covid-19, PMI Lakukan Penyemprotan Di Wilayah Kuta

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilaksanakan edukasi mengenai pengaturan diet Gula, Garam, dan Lemak (GGL) bagi kelompok lansia di Kelurahan Sading.

Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai batasan konsumsi harian guna mengendalikan risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus. Melalui edukasi ini, diharapkan para lansia dapat lebih bijak dalam mengatur asupan nutrisi harian mereka.

“Gigi Bersih, Senyum Manis Tiap Hari"

Upaya peningkatan kesehatan gigi dan mulut sejak dini dilakukan melalui kegiatan edukasi di lingkungan sekolah. Salah satu kegiatan tersebut dilaksanakan di SDN 3 Sading menyasar murid kelas III.

Materi edukasi disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Dilanjutkan demonstrasi menyikat gigi yang benar. Para siswa diajak mempraktikkan langsung teknik menyikat gigi, mulai dari posisi sikat, arah gerakan, hingga durasi menyikat gigi yang dianjurkan.

"Tanamkan PHBS, Wujudkan Generasi Sehat“

Di sekolah yang sama dilaksanakan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Edukasi sejak dini diharapkan mampu membentuk kebiasaan positif yang dapat diterapkan secara berkelanjutan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan menyanyikan lagu cara mencuci tangan pakai sabun sebagai media edukasi yang menyenangkan. Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat.

Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

Kegiatan penyuluhan kesehatan lingkungan mengenai pengelolaan sampah berbasis sumber disertai dengan demonstrasi pembuatan eco-enzyme dan ecobrick dilaksanakan di Kantor Lurah Sading.

Kegiatan ini menyasar pada pemuda dan pemudi atau STT yang ada di Desa Sading sebagai upaya menanamkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, sekaa taruna mendapatkan edukasi mengenai jenis-jenis sampah, dampak sampah terhadap kesehatan dan lingkungan, serta pentingnya melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya, mulai di rumah tangga. Eco-enzyme dan ecobrick menjadi salah satu solusi pengolahan sampah yang berasal dari rumah tangga.

BACA JUGA:  Lawan Corona Dengan Probiotik

Sekolah Sehat Tanpa Asap Rokok dan Bangun Kesehatan Mental

Penyuluhan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Kesehatan Mental dilaksanakan di SMP Negeri 5 Mengwi dan diikuti murid dengan antusias. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa/i akan bahaya rokok serta pentingnya menjaga kesehatan mental sejak usia remaja.

Dalam penyuluhan KTR, murid diberikan pemahaman mengenai dampak rokok terhadap kesehatan dan lingkungan sekolah. Selanjutnya, pada penyuluhan kesehatan mental, siswa diajak mengenali dan bagaimana cara menjaga kesehatan mental di sekolah serta stres yang sering dialami dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan nyaman.

Terapi Komplementer, Upaya Pengendalian Hipertensi

Penyuluhan Hipertensi dan Terapi Komplementer untuk para lansia dipusatkan di Lingkungan Dajan Bingin, Sading. Kegiatan berupa cek kesehatan berupa cek tekanan darah setelah itu dilakukan penyuluhan mengenai hipertensi sebagai upaya meningkatkan pengetahuan tentang tekanan darah tinggi dan pencegahannya.

Setelah Penyuluhan dilanjutkan dengan kegiatan terapi komplementer berupa pijatan dengan alat pijat kayu tradisional sebagai upaya membantu relaksasi dan pengendalian tekanan darah.

Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat khususnya lansia untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat secara mandiri.

REHAT BENIA: Remaja Sehat Bebas Anemia”

Penyuluhan REHAT BENIA (Remaja Sehat Bebas Anemia) menyasar murid SMP 5 Mengwi yang dirangkaikan dengan kegiatan skrining hemoglobin. Hal ini merupakan program edukasi dan deteksi dini anemia pada remaja yang diselenggarakan oleh 30 orang mahasiswa KKN IPE Poltekkes Kemenkes Denpasar, dengan sasaran remaja perempuan yang merupakan anggota Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) sebagai perwakilan siswi di lingkungan sekolah.

Berdasarkan hasil pemeriksaan hemoglobin terhadap 24 remaja putri anggota OSIS, ditemukan siswi masih ada yang memiliki kadar hemoglobin rendah. Temuan ini diharapkan dapat menjadi perhatian khusus terhadap risiko anemia pada remaja putri yang secara biologis lebih rentan karena siklus menstruasi.

BACA JUGA:  Vaksinasi Covid-19 untuk Anak Disambut Positif, Diharapkan Mempercepat Terbentuknya Herd Immunity

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai konsumsi makanan kaya zat besi seperti sayuran hijau, buah-buahan, daging merah, dan ikan, serta pentingnya kepatuhan dalam mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD).

Diharapkan siswi anggota OSIS yang telah mendapatkan edukasi ini dapat menjadi agen perubahan dalam menyebarluaskan informasi pencegahan anemia kepada seluruh siswi lainnya di sekolah.

“Remaja Zaman Now Gula Harus Low"

Kegiatan penyuluhan kesehatan mengenai Diabetes Melitus disertai dengan skrining glukosa darah dilaksanakan di SMP Negeri 5 Mengwi dengan sasaran siswa kelas VII.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan sejak dini tentang pentingnya menjaga pola hidup sehat serta mencegah penyakit tidak menular, khususnya diabetes melitus.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai pengertian diabetes melitus, faktor risiko, gejala, serta pentingnya menjaga pola makan seimbang dan aktivitas fisik. Penyuluhan disampaikan secara interaktif sehingga siswa dapat memahami materi dengan baik dan aktif bertanya.

Selain penyuluhan, dilakukan pula skrining pemeriksaan glukosa darah kepada siswa yang tergabung dalam OSIS). Pemeriksaan dilakukan sebagai upaya deteksi dini kondisi kadar gula darah pada remaja.

Berdasarkan hasil skrining yang dilakukan terhadap 34 siswa dan siswi OSIS, seluruh peserta menunjukkan hasil kadar glukosa darah dalam batas normal. Hasil ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk terus menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan siswa sejak usia sekolah. Dengan adanya penyuluhan dan skrining kesehatan, diharapkan kesadaran akan pentingnya pencegahan penyakit dapat ditanamkan sejak dini.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top