Eksplorasi Jejak Waktu, FOTO Bali Festival 2026 Hadirkan Tema ‘Afterimage’ di Nuanu

2026-03-16-at-16.09.47
Pameran FOTO Bali Festival di Nuanu Creative City.

TABANAN-fajarbali.com | Ekosistem kreatif Bali kembali bersiap menyambut salah satu perhelatan visual paling ambisius di Asia. FOTO Bali Festival, festival fotografi internasional yang diinisiasi oleh Nuanu Creative City, secara resmi mengumumkan jadwal edisi keduanya yang akan berlangsung mulai 3 Juni hingga 12 Juli 2026. Penyelenggaraan tahun ini menandai lompatan besar bagi festival tersebut, mengukuhkan perannya sebagai wadah krusial bagi praktik fotografi kontemporer dan karya berbasis lensa di kancah internasional.

Antusiasme komunitas fotografi dunia terlihat jelas dari lonjakan submisi yang diterima melalui fase open call. Tahun ini, festival mencatat sebanyak 693 submisi dari fotografer yang tersebar di 80 negara dan wilayah. Angka ini menunjukkan pertumbuhan hampir tiga kali lipat dibandingkan edisi perdana pada 2025 yang hanya menerima 247 submisi. Partisipasi masif ini mencakup lintas benua, mulai dari Asia, Eropa, Amerika, Afrika, hingga Oseania, dengan kontribusi terbanyak datang dari Indonesia, India, dan Italia.

Festival Director FOTO Bali Festival, Kelsang Dolma, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan sinyal kuat bahwa resonansi festival telah menjangkau audiens global di luar batas geografis Indonesia. Menurutnya, fokus utama penyelenggaraan tahun ini bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan, melainkan pada kualitas dan keragaman narasi yang dibawa oleh para praktisi. “Pertemuan berbagai realitas sosial dan budaya melalui lensa kamera inilah yang menjadi fondasi utama dari visi festival yang mereka bangun,” jelasnya.

Mengusung tema besar "Afterimage", edisi 2026 mengajak para seniman untuk masuk ke ruang kontemplasi mengenai apa yang tertinggal setelah sebuah peristiwa atau perubahan berlalu. Alih-alih terpaku pada konsep decisive moment atau momen puncak, tema ini memposisikan fotografi sebagai medium penelusur jejak. Fokusnya adalah pada ingatan, residu waktu, dan perubahan yang terus bertahan di tengah dinamika dunia yang bergerak cepat.

BACA JUGA:  Musyawarah Anggota FORKOM DEWI Bali 2024-2029; Fokus Pemberdayaan Potensi Desa Wisata

Kurator FOTO Bali Festival, Kurniadi Widodo, menekankan bahwa karya-karya yang masuk tahun ini benar-benar melampaui ekspektasi kuratorial. Para seniman merespons tema Afterimage dengan spektrum yang sangat luas, mulai dari refleksi personal atas identitas dan sejarah, hingga isu-isu global yang mendesak seperti krisis lingkungan dan dampak konflik pada komunitas. Ia mencatat adanya etos kuat berupa komitmen jangka panjang para fotografer terhadap subjek yang mereka potret.

Senada dengan hal tersebut, Putu Sridiniari yang juga bertindak sebagai kurator, menyoroti bagaimana para partisipan memanfaatkan fotografi bukan hanya sebagai alat perekam statis. Baginya, proses seleksi kali ini sangat memperhatikan kedalaman relasi antara seniman dengan objeknya—baik itu manusia, tempat, maupun sejarah. “Karya-karya terpilih dianggap berhasil menghidupkan semangat Afterimage, di mana gambar menjadi cara untuk "tinggal" dan berdialog dengan jejak-jejak masa lalu,” ujarnya.

Penyelenggaraan festival ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian integral dari visi besar Nuanu Creative City. Sebagai pusat inovasi dan budaya, Nuanu terus berupaya memperkuat posisi Bali sebagai titik temu dinamis bagi para pemikir, seniman, dan komunitas kreatif lintas disiplin. Melalui program-program seperti ini, Bali bertransformasi menjadi laboratorium eksperimen artistik yang terbuka bagi publik sekaligus menjadi mercusuar bagi penutur visual dunia.

Selama periode festival, berbagai lokasi di Nuanu Creative City akan diubah menjadi ruang pameran yang imersif. Selain pameran utama, rangkaian acara juga akan dimeriahkan dengan program seniman dan berbagai acara publik yang dirancang untuk mempertemukan fotografer, kurator, dan audiens dari berbagai latar belakang. FOTO Bali Festival 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang unjuk karya, tetapi juga jembatan kolaborasi yang mempererat hubungan antara talenta lokal Indonesia dengan komunitas kreatif internasional. (M-001)

BACA JUGA:  Libur Nataru, The Nusa Dua Targetkan Okupansi Capai 73 Persen

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top