MANGUPURA-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Sebanyak 45 atlet panahan dari 21 sekolah, tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK mengikuti eksebisi cabang olahraga (Cabor) panahan pada ajang Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Kabupaten Badung.
Eksebisi Cabor Panahan tersebut dibuka Rabu, (28/03/2018) di Lapangan Umum Sading, Mengwi, Badung. Dimana pembukaan tersebut, dihadiri Ketua Pengprov Perpani Bali IGM Wisnu Mataram, Ketua Harian Pengkab Perpani Badung Drs. I Ketut Jaya Kesuma, serta Kadisdikpora Badung yang diwakili Kabid Kepemudaan dan Olahraga, I Nyoman Punia.
Ketua Harian Perpani Badung, Drs. I Ketut Jaya Kesuma mengatakan, saat ini Cabor panahan masih berada pada kelas eksebisi untuk yang ke tiga kalinya dalam Porjar Badung ini. Untuk itu, pihaknya berharap kepada Disdikpora Badung agar mempertandingkan Cabor panahan pada Porjar tahun depan, tentu sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Untuk itu, ungkapnya, Perpani Badung akan terus melakukan pembinaan, termasuk sosialisasi pengadaan atlet di enam kecamatan di Badung. “Syarat untuk bisa dipertandingkan secara resmi di Porjar itu kan tentu harus memiliki perwakilan (atlet) di tiap sekolah yang ada di masing-masing kecamatan. Kami juga paham betul kalau hal itu butuh waktu dan dukungan dari semua pihak,” jelas Jaya Kesuma seraya mengatakan, perwakilan atlet di Badung sudah ada di Kuta Selatan, Kuta, Kuta Utara, dan Mengwi.
Senada dengan Jaya Kesuma, Ketua Pengprov Perpani Bali IGM Wisnu Mataram juga mengharapkan dukungan dari Disdikpora Badung untuk bisa memasukkan Cabor panahan ke Porjar tahun depan. Mengingat, prestasi-prestasi prestisius yang selama ini diraih para atlet panahan, baik tingkat regional maupun Nasional tak lepas dari proses seleksi yang berlangsung dari tingkat daerah.
“Dari prestasi eksebisi maupun kejuaraan lain, kita kan bisa ambil bibit-bibit potensial yang bisa kita pertandingkan di Porprov atau Kejurnas,” ungkapnya seraya mengatakan, perkembangan olahraga panahan di Bali sangat luar biasa.










