Eks Pasar Blahbatuh Bakal Ditata Tahun 2024, Tahun 2023 Fokus Penanganan Infrastruktur Akibat Bencana

Dikatakan lagi, penataan eks Pasar Blahbatuh yang luasnya sekitar 50 are tersebut juga akan dilengkapi taman bermain anak, taman remaja dan terdapat lapangan tenis. Pemasangan dua patung sebagai tokoh pemersatu juga akan tetap dipasang, yaitu patung Kebo Iwa dan Patung Gajah Mada yang disandingkan. 

(Last Updated On: )
GIANYAR-fajarbali.com | Pasar Blahbatuh yang terbakar pada 15 Juni 2021 lalu, oleh Pemkab Gianyar akan dibangun kembali di Tahun 2024 mendatang. Kepastian ini disampaikan Bupati Gianyar, Made Mahayastra, Selasa (1/11/2022) usai Sidang Paripurna DPRD Gianyar. 
Dalam keterangannya disampaikan, Pasar Blahbatuh dibangun tetap seperti rencana semula, “Dibuat seperti Alun-alun Gianyar, ada tamannya,” jelas Bupati Mahayastra. Dikatakan lagi, penataan eks Pasar Blahbatuh yang luasnya sekitar 50 are tersebut juga akan dilengkapi taman bermain anak, taman remaja dan terdapat lapangan tenis. Pemasangan dua patung sebagai tokoh pemersatu juga akan tetap dipasang, yaitu patung Kebo Iwa dan Patung Gajah Mada yang disandingkan. 
 
Hanya saja, pembangunan pada eks Pasar Blahbatuh tidak bisa dilakukan di tahun 2023. “Kita bangun di Tahun 2024 nanti, untuk tahun 2023 belum bisa kita bangun,” jelasnya. Dikatakan sebagian besar anggaran di Tahun 2023 selain digunakan untuk anggaran kesehatan gratis, anggaran pendidikan juga perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana longsor pada bulan Oktober lalu. “Anggaran sebagian dialihkan ke infrastruktur akibat bencana, sehingga eks Pasar Blahbatuh baru bisa ditata di Tahun 2024,” jelasnnya. 
 
Pasar Blahbatuh mengalami kebakaran pada 15 Juni 2021 lalu. Seluruh toko dan kios terbakar. Kebakaran ini menyebabkan 629 pedagang mesti direlokasi sampai saat ini. Saat ini kondisi bekas pasar terbakar mulai menyemak dan tersisa puing-puing.sar

Next Post

Catin Mewanti-wanti Diminta Skrining Pranikah

Sel Nov 1 , 2022
Penurunan stunting di Bali utara itu cukup baik, dari tahun 2019 di angka 22 persen kemudian ditahun 2021 diangka 8,9 persen.
Catin-68d5fc64

Berita Lainnya