Duplikat Keris Raja Klungkung Dipamerkan, Puncak Puputan Klungkung ke-111 di Museum Semarajaya

SEMARAPURA-fajarbali.comn | Hari Puputan Klungkung ke-111 sekaligus pembukaan Festival Semarapura ke-4 diperingati dengan cara yang berbeda. Untuk kali pertama, Pemerintah Kabupaten Klungkung menggelar pameran keris di Museum Semarajaya. Seratus bilah keris beraneka bentuk dipajang.

Tak hanya keris-keris ‘tua’ tapi puluhan keris kamardikan (baru) termasuk duplikat keris Pajenengan Puri Agung Klungkung milik Ida Dewa Agung Gde Oka Geg (Raja Klungkung terakhir) juga turut dipamerkan.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta dan Wakil Bupati, Made Kasta usai pembukaan pameran menyampaikan, moment festival sangatlah tepat dimanfaatkam untuk mempromosikan aset seni dan budaya Klungkung. Untuk selanjutnya, Pemkab sudah berencana untuk melakukan penataan Kantor Dinas Kebudayaan. Sehingga lokasi yang dimanfaatkan saat ini benar-benar difokuskan sepenuhnya untuk bangunan museum.

“Kenapa keris yang kita pamerkan. Karena keris merupakan salah satu budaya aset yang kita miliki. Kita ingin fokus satu- satu. Kita punya peninggalan cukup banyak keris sehingga masyarakat bisa tahu aset- aset kita dari peninggalan kerajaan sampai sekarang melalui pameran keris ini,” ujar Bupati Suwirta.

Pameran keris yang berlangsung selama Festival Semarapura ini akan memajang 100 bilah keris. Terdiri atas 68 keris tua dan 32 keris kamardikan (baru). Dari seluruh koleksi tersebut terdapat dua keris yang paling mencuri perhatian.
Yakni keris milik Menteri Koperasi dan UKM, AA Ngurah Puspayoga yang berbentuk Angon Angon Adikara dengan Pamor Keleng (Wulung). Keris milik AA. Ngurah Puspayoga tersebut  merupakan salah satu Keris Bali Tua yang dibuat pada tahun 1800an.

Kedua keris Ki Kala Wisesa Leser dengan pamor bermotif kulit semangka tersebut milik Tjokorda Surya merupakan putra Alm Tjokorda Anom Putra (pupati pertama Klungkung). Keris yang dibuat oleh Mpu KRT Rudi Hartono Diningrat ini merupakan duplikat dari keris Pajenengan Puri Agung Klungkung milik Raja Klungkung terakhir Ida I Dewa Agung Gde Oka Geg.

Sementara kepala Dinas Kebudayaan Klungkung, Nyoman Mudarta mengatakan, pameran keris ini merupakan rangkaian acara atraksi budaya Museum Semarajaya. Kegiatan ini baru kali pertama digelar. Selain pameran keris, Dinas Kebudayaan juga menyuguhkan pameran kuliner dan minuman tradisional, permainan rakyat, demo Tenun Cagcag serta kesenian Baris Jangkang. (dia)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Diduga Cekcok dengan PIL, Wahyuni Nekat Tenggak Bensin

Ming Apr 28 , 2019
SEMARAPURA-fajarbali.com | Diduga cekcok dengan pria idaman lain (PIL), seorang perempuan asal Karangasem, Ni Putu Putri Wahyuni (32) nekat mencoba bunuh diri, Sabtu (27/4). Korban yang sudah bersuami ini menenggak bensin yang dibelinya dari sebuah warung di kawasan Jalan Raya Tojan, Banjar Jelantik Mamoran, Desa Tojan, Klungkung. Beruntung nyawa korban […]
BPD BALI