MANGUPURA-fajarbali.com | Kehadiran All New Honda Vario 125 di tengah dominasi kakaknya, Vario 160, sempat memicu spekulasi mengenai potensi kanibalisme penjualan. Namun, Astra Motor Bali menegaskan bahwa kedua model ini justru berjalan beriringan tanpa saling menjatuhkan. Fenomena ini menarik perhatian pengamat otomotif, mengingat keduanya berbagi nama besar "Vario" namun mengusung filosofi produk yang berbeda secara fundamental.
Region Head Astra Motor Bali, Yohanes Kurniawan, mengatakan kunci utama dari keharmonisan angka penjualan ini terletak pada pemetaan segmen pasar yang presisi. Vario 125 diposisikan sebagai motor harian yang mengedepankan efisiensi dan kemudahan bermanuver di kemacetan kota. Sebaliknya, Vario 160 hadir untuk memenuhi dahaga konsumen akan performa tinggi dan citra premium. “Dengan perbedaan nilai jual ini, konsumen tidak merasa bingung, melainkan diberikan opsi yang sesuai dengan profil penggunaan mereka,” ujarnya saat peluncuran All New Honda Vario 125, Sabtu (24/1).
Kurniawan menilai, secara teknis, perbedaan kubikasi mesin menjadi pemisah yang paling kentara bagi calon pembeli. Vario 125 tetap setia dengan mesin 125cc eSP yang dikenal irit bahan bakar dan tangguh untuk mobilitas rutin. Sementara itu, Vario 160 mengusung mesin 160cc eSP+ 4 katup yang menawarkan sensasi berkendara lebih bertenaga. “Perbedaan performa ini memastikan bahwa mereka yang mencari kecepatan tidak akan melirik varian 125, dan mereka yang mengutamakan ekonomi tetap setia pada jalur 125cc,” imbuh Kurniawan.
Kurniawan menambahkan, visualisasi produk juga memainkan peran krusial dalam memisahkan target audiens. All New Honda Vario 125 mempertahankan dimensi bodi yang ramping dan kompak, sangat cocok bagi pengendara dengan postur tubuh rata-rata di Indonesia. Di sisi lain, Vario 160 tampil dengan desain yang jauh lebih bongsor, ban lebar, dan garis bodi yang agresif mirip skutik besar. “Perbedaan estetika ini secara alami membagi minat konsumen berdasarkan selera gaya hidup masing-masing,” ucapnya.
Faktor ekonomi tetap menjadi penentu akhir bagi konsumen dalam mengambil keputusan di diler. Honda dengan cermat menempatkan rentang harga yang cukup signifikan antara kedua model ini, menciptakan "jarak psikologis" yang nyaman. Vario 125 mengisi celah pasar menengah yang sensitif terhadap harga, sedangkan Vario 160 menyasar kelas atas yang lebih bersedia mengeluarkan biaya lebih demi fitur canggih seperti sistem pengereman cakram belakang dan ABS.
Alih-alih saling menggerus, keberadaan kedua model ini justru memperkuat dominasi Honda di segmen skutik flat deck. Dengan menawarkan dua pilihan yang spesifik, Honda berhasil menutup celah yang mungkin dimasuki oleh kompetitor. Data penjualan menunjukkan bahwa All New Honda Vario 125 tetap menjadi tulang punggung di kelasnya, sementara Vario 160 terus tumbuh sebagai ikon baru skutik sporty premium di tanah air. (M-001)









