DENPASAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Menyikapi banyaknya kasus babi mati di Bali akibat demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF), DPRD Bali melalui Komisi II sebelumnya telah menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali beberapa waktu yang lalu. Sebagai tindaklanjut raker tersebut, akhirnya DPRD Bali mengeluarkan rekomendasi yang nantinya akan diberikan kepada Gubernur Bali.
Hal itu dibenarkan oleh Ketua Komisi II DPRD Bali IGK Kresna Budi saat dikonfirmasi, Kamis (19/03). “Benar (rekomendasi), nanti akan diserahkan kepada Pak Gubernur,” katanya.
Kejadian tersebut tentunya sangat merugikan bagi para peternak babi. Apalagi menjelang Nyepi. Kendati demikian, para peternak Babi tampaknya bisa sedikit lega, pasalnya ada kabar baik. Dimana Pemerintah Pusat akan memberikan bantuan sebesar Rp. 1 Milyar.
Komisi II berharap, adanya bantuan yang dianggarkan melalui APBN tersebut bisa mengurangi beban para peternak. "Kerugian perternak sangat besar dan syukurnya pemerintah mau membantu Rp 1 miliar guna mengurangi kerugian peternak," harapnya.
Tak hanya dari APBN, pihaknya juga mengupayakan dengan mengusulkan bantuan dari APBD Provinsi Bali. Dana bisa diambilkan dari pos anggaran dana bencana. Selain dipakai untuk penanganan dan pencegahan semakin merebaknya virus Corona, dewan juga mengusulkan agar bisa membantu pertenak babi.
Disisi lain, Komisi II juga telah mengeluarkan rekomendasi bernomor Nomor 593/1498/DPRD tertanggal 18 Maret 2020. Adapun isi dari rekomendasi antara lain, pertama, dalam mencegah penyebaran wabah penyakit babi dari satu wilayah ke wilayah lain perlu diintensifkan kegiatan komunikasi, edukasi dan informasi (KIE) kepada masyarakat biosekurity peternak, untuk melakukan tindakan dan pengawasan lalu lintas ternak babi.










