Tujuh Perajin Denpasar Ikuti Pameran Inacraft 2019, Jadi Ajang Promosi, Gali Ide Kreatif Perkenalkan Ciri Khas Denpasar

JAKARTA-fajarbali.com | Ajang pameran produk kerajinan terbesar di Indonesia “International Handicraft Trade Fair” (Inacraft) kembali digelar.

Pameran yang berlangsung dari 24-28 April ini menjadi kesempatan bagi Pemkot Denpasar untuk menampilkan ragam produk hasil kerajinan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Denpasar.

Pada gelaran tahun 2019 ini,  tujuh perajin yang tergabung di Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Denpasar dibawah binaan Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda Kota Denpasar terlibat dalam gelaran Inacraft yang dibuka secara resmi Presiden RI, Ir. Joko Widodo didampingi Ny. Iriana Joko Widodo, Rabu (24/4) di Jakarta Convention Centre, Jakarta.

Ajang pameran perajin Denpasar dalam Inacraft ini mendapat dukungan Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Selly Dharmawijaya Mantra, Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara didampingi Ny. Kerti Rai Iswara, Kadis Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena serta Kabag Perekonomian dan SDA Setda Kota Denpasar, Made Saryawan dengan mendukung langsung stand pameran perajin binaan Pemkot Denpasar.

Tampak Ny. Selly Dharmawijaya Mantra berbaur bersama perajin di stand pameran Inacraft  serta ikut mempromosikan produk kerajinan Denpasar kepada banyaknya pengunjung di stand Dekranasda Kota Denpasar. “Kami melibatkan para perajin dan juga Wirausaha Muda yang ada di Kota Denpasar ,” ujar Ny. Selly Mantra.

Produk yang dipamerkan ketujuh perajin UMKM Kota Denpasar meliputi endek lukis, kerajinan bordir, tenun ikat endek, sandal endek, aksesoris, body scrub cream, boneka, sandal kulit, silver, serta kebaya dan tenun. Keselurunan produk yang dipamerkan ini merupakan kerajinan khas dari Kota Denpasar.

Dengan adanya pemeran Inacraft yang diikuti perajin Kota Denpasar ini diharapkan dapat lebih memperkenalkan ragam corak dan motif kerajinan Denpasar di tingkat Nasional. Seperti tenun ikat endek yang menjadi salah satu produk pameran yang memiliki nilai lebih dalam keberagaman dunia fashion saat ini namun tetap menjaga kearifan lokal yang ada. Disamping mempromosikan produk kerajinan, dari ajang ini perajin diharapkan dapat menggali ide maupun melihat peluang-peluang dalam meningkatkan inovasi produk kerajinan. “Kami berharap perajin memanfaatkan event ini menjadi sebuah ajang promosi tingkat nasional bahkan internasional. Dan yang tak kalah penting lagi adalah memperkenalkan ciri khas, keunikan serta keunggulan produk kerajinan dari Kota Denpasar,” ungkap Ny. Selly Dharmawijaya Mantra.

Kadis Koprasi dan UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena didampingi Kabag Perekonomian dan SDA Setda Kota Denpasar, Made Saryawan, menekankan agar UMKM yang berkesempatan berpameran di Inacraft tahun 2019 ini dapat memanfaatkanya sebagai ajang promosi. Hal ini lantaran gelaran  Inacraft ini bukan lagi merupakan event dengan skala nasional, melainkan internasional dengan sajian pameran kerajinan terbesar dan terlengkap di Indonesia.  “Kedepanya kami di Pemkot Denpasar berharap agar seluruh pengerajin di Kota Denpasar dapat secara bergiliran berpameran di ajang Inacraft ini, sedangkan untuk perajin yang sudah pernah ikut agar mengupayakan pameran secara mandiri dengan berbagai inovasi yang terus digalakkan. Bahkan pada ajang Inacraft tahun 2019 ini banyak perajin Denpasar yang berpameran secara mandiri,” paparnya. (car)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Atasi Kekerasan Terhadap Anak, DP3AP2KB Bentuk PATBM

Kam Apr 25 , 2019
DENPASAR-fajarbali.com| Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Denpasar gencar melakukan penyuluhan ke masyarakat dengan membentuk perlindungan terpadu berbasis masyarakat (PATBM) guna mengatasi kekerasan terhadap anak.
BPD BALI