Dorong Penguatan Industri Pariwisata Global, Traveloka Dukung Implementasi 5 Pilar Aksi TWG G20

(Kiri ke kanan) Dian Desyana, Managing Director of BVR Group Asia; John Safenson, Vice President of Commercial, Traveloka; dan Widyasari Listyowulan, Vice President of Public Policy & Government Relations, Traveloka.
 
MANGUPURA-fajarbali.com | Bertepatan dengan Hari Pariwisata Dunia yang diperingati setiap tanggal 27 September, Traveloka sebagai salah satu platform perjalanan dan gaya hidup terbesar di Asia Tenggara menegaskan komitmennya dengan berpartisipasi aktif dalam menyukseskan agenda Tourism Working Group (TWG) yang merupakan bagian dalam presidensi Indonesia di KTT G20.
 
Sebagai sektor privat yang menjadi mitra strategis, Traveloka bersama dengan pemangku kepentingan lainnya terus mendukung pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), yang menjadi Chair TWG. Dalam rangkaian kegiatan TWG KTT G20, Traveloka turut aktif dalam diskusi, serta memfasilitasi wadah bagi para pemangku kepentingan dan delegasi G20 untuk membahas bagaimana kolaborasi sektor publik dan privat dapat memberikan nilai tambah terhadap industri pariwisata Indonesia.
 
TWG KTT G20 mengusung isu utama penguatan komunitas sebagai agen perubahan untuk transformasi pariwisata yang lebih berkualitas dan berkelanjutan yang berpusat pada Lima Pilar Aksi. Lima pilar tersebut adalah: Sumber Daya Manusia terkait pekerjaan, bakat dan edukasi; Inovasi, digitalisasi dan ekonomi kreatif; pemberdayaan perempuan dan generasi muda; perlindungan iklim, konservasi biodiversitas, dan ekonomi sirkular; dan kerangka kebijakan, Tata Kelola dan investasi.
 
Vice President of Public Policy & Government Relations, Traveloka Widyasari Listyowulan mengatakan, sebagai bagian dari ekosistem sektor pariwisata tanah air, Traveloka berkomitmen penuh mendorong percepatan pemulihan pariwisata nasional melalui berbagai inisiasi. “Sebagai mitra strategis pemerintah, kami mendukung penuh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk menyukseskan agenda G20 Tourism Working Group (TWG) yang berpusat pada Lima Pilar Aksi agar manfaat dari kebangkitan sektor pariwisata pasca pandemi dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat. Kami berharap semua pemangku kepentingan dapat bekerjasama untuk menjadi katalisator transformasi pariwisata yang inklusif, berkualitas dan berkelanjutan di tanah air,” ungkapnya saat temu media, Selasa (27/9) di Nusa Dua, Badung.
 
Kemenparekraf telah menyatakan optimisme bahwa tahun ini merupakan tahun kebangkitan industri pariwisata. Industri pariwisata global saat ini telah menunjukkan geliat pertumbuhan kembali seiring dengan relaksasi syarat perjalanan dan pembukaan pintu gerbang internasional yang memacu minat masyarakat untuk melakukan perjalanan. Data Barometer Pariwisata Dunia yang dirilis oleh Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO) bulan Agustus menunjukkan pemulihan yang cukup kuat pada lima bulan pertama tahun ini.
 
Tercatat ada hampir 250 juta kedatangan internasional, meningkat tajam dibandingkan 77 juta kedatangan internasional pada periode yang sama tahun lalu. Di Indonesia sendiri, Badan Pusat Statistik merilis kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 477.000 kunjungan pada Juli, naik dengan sangat pesat hingga 6.396,46 persen dibanding Juli tahun lalu dan merupakan rekor tertinggi selama pandemi.
 
“Kami berharap Traveloka dapat terus berkontribusi positif terhadap kemajuan ekosistem pariwisata Indonesia serta berperan aktif sebagai mitra pemerintah untuk menghadirkan best practice yang dapat semakin memperkuat pemulihan sektor pariwisata nasional,” pungkas Widya.
 
Vice President of Commercial, Traveloka John Safenson menyatakan, Traveloka percaya inovasi, kualitas SDM dan pariwisata yang berkelanjutan menjadi kunci untuk pemulihan serta ketahanan industri pariwisata di masa depan. “Seiring dengan membaiknya minat dan rasa percaya diri akan perjalanan wisata di tengah masyarakat, Traveloka melihat adanya tren positif dari pengguna dan mitra-mitra yang tergabung dalam platform kami. Traveloka terus berkomitmen untuk memudahkan konsumen dalam memenuhi aspirasi perjalanan dan gaya hidup mereka, serta membantu para mitra untuk dapat memacu roda bisnis mereka melalui inovasi dan digitalisasi,” ujarnya.
Media Briefing Traveloka bersama jurnalis.
Sementara, Analis Pariwisata sekaligus Dosen Senior Universitas Udayana, Prof. Dr. I Gede Pitana menyampaikan, peran aktif yang berkesinambungan antara sektor publik dan privat sangat penting dalam penguatan kebangkitan industri pariwisata. “Sektor pariwisata merupakan salah satu kontributor ekonomi pariwisata nasional dan masih menjadi kontributor terbesar bagi perekonomian Bali. Lebih lanjut, bangkitnya sektor pariwisata di Bali dapat menjadi salah satu indikator membaiknya sektor pariwisata secara nasional. Hal ini tentu didukung oleh berbagai faktor diantaranya adalah kolaborasi dan inovasi melalui proses digitalisasi seperti yang dilakukan oleh Traveloka,” terangnya.
 
Managing Director of BVR Group Asia sekaligus perwakilan dari mitra Akomodasi Traveloka, Dian Desyana dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap Traveloka yang telah banyak membantu pelaku pariwisata, khususnya di industri perhotelan dalam mendapatkan kunjungan wisatawan dengan berbagai program dan inovasi yang ditawarkan oleh Traveloka. “Pandemi sangat memukul keras industri pariwisata di Indonesia, bahkan di Bali sendiri, kunjungan wisatawan sangat merosot tajam sehingga banyak hotel maupun vila harus tutup. Namun, dengan dorongan dan kolaborasi bersama Traveloka, properti yang kami kelola perlahan dapat menghirup udara segar. Hingga saat ini okupansi terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan,” bebernya.
 
Sebagai perusahaan teknologi, Traveloka meyakini inovasi dan kolaborasi merupakan kunci dari kesuksesan pertumbuhan ekonomi dan konektivitas dalam industri pariwisata. Berpartisipasi dalam Tourism Working Group di KTT G20, Traveloka secara aktif menjalankan inisiatif untuk mendukung implementasi Lima Pilar Aksi yang diusung oleh Kemenparekraf.
 
Dalam pilar pengembangan digital talent, Traveloka bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui program Kampus Merdeka dan bermitra bersama Monash University untuk program Mitra 5.0. Selain itu, dalam pilar inovasi, digitalisasi, dan ekonomi kreatif, Traveloka secara konsisten berinovasi untuk mendukung mitra dan konsumen kami dengan meluncurkan berbagai produk seperti; Traveloka Clean Partners, Buy Now Pay/Stay Later dan Traveloka Live.
 
Untuk pilar perlindungan iklim, Traveloka bekerja sama dengan pemerintah dan mitra untuk menginisiasi program Pahlawan Pohon melalui penanaman 50.000 bibit Mangrove, serta melakukan kerja sama dengan Global Sustainable Tourism Council (GSTC) untuk memberikan pelatihan kepada para mitra akomodasi untuk standar pariwisata berkelanjutan. Tourism Working Group melaksanakan rapat kerja yang kedua di tanggal 23 September di Bali yang menghasilkan G20 Bali Guideline, kumpulan strategi kebijakan dari negara-negara anggota G20. Panduan ini disahkan oleh seluruh Menteri Pariwisata negara G20 dalam Tourism Ministerial Meeting yang berlangsung pada 26 September. M-001

Next Post

Yuk, Gunakan Hapemu untuk Berbisnis Kopi

Sel Sep 27 , 2022
Back to office memang membawa cerita tersendiri, sebagian orang akan menyambutnya dengan hangat karena rindu suasana kantor.
Pemanfaatan teknologi khususnya smartphone yang dapat digunakan untuk memaksimalkan promosi bisnis kopi.