Ditbinmas Kemendukbangga/BKKBN Gelar Sosialisasi dan Evaluasi GENTING: Bali Perkuat Kolaborasi Cegah Stunting

IMG-20260828-WA0016
Sosialisasi, Pemantauan, dan Evaluasi GENTING yang digelar Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Bali di Prime Plaza Hotel, Sanur, Denpasar, Jumat (28/8/2026), sekaligus ditandai dengan penyerahan bantuan Rp27 juta dari Bank Mandiri Regional XI Balinusra. [foto: ist/dok]

*Bank Mandiri Regional XI Balinusra menyerahkan bantuan Rp27 juta untuk mendukung keluarga sasaran GENTING di seluruh kabupaten/kota se-Bali.

DENPASAR-fajarbali.com | Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di Provinsi Bali telah menjangkau 7.381 dari 8.116 Keluarga Risiko Stunting (KRS) atau mencapai 90,9 persen hingga 20 Agustus 2026.

Capaian tersebut terungkap dalam Sosialisasi, Pemantauan, dan Evaluasi GENTING yang digelar Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Bali di Prime Plaza Hotel, Sanur, Denpasar, Jumat (28/8/2026), sekaligus ditandai dengan penyerahan bantuan Rp27 juta dari Bank Mandiri Regional XI Balinusra untuk mendukung keluarga sasaran GENTING di seluruh kabupaten/kota se-Bali.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Bali, Dr. dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., MARS, mengatakan GENTING merupakan gerakan gotong royong yang mempertemukan pemerintah dengan dunia usaha, BUMN/BUMD, organisasi kemasyarakatan, komunitas, akademisi, media, dan perorangan untuk memberikan intervensi sesuai dengan kebutuhan keluarga sasaran.

"Pencegahan stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga merupakan investasi pembangunan manusia dan keluarga untuk menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045" tegasnya.

Dukungan terhadap gerakan tersebut turut datang dari Bank Mandiri Regional XI Balinusra. Perwakilan Bank Mandiri Regional XI Balinusra, Dewa Alit Dwi Putra, mengatakan bantuan Rp27 juta yang dihimpun dari para pegawai Bank Mandiri merupakan bentuk kontribusi dalam mendukung penyiapan generasi muda yang sehat.

“Kami sering komunikasi dengan BKKBN Bali, dan kami punya komitmen yang sama dalam meminimalisir stunting,” kata Alit. Ia menilai kontribusi yang dilakukan secara kolektif dan konsisten akan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Berdasarkan hasil evaluasi, implementasi GENTING di Bali telah melibatkan 445 mitra pentahelix dengan total bantuan yang tersalurkan mencapai Rp526.494.015. Capaian antarwilayah menunjukkan variasi, dengan Badung mencapai 333,7 persen, Bangli 228,5 persen, Jembrana 228,4 persen, Buleleng 183,2 persen, dan Karangasem 106,6 persen. Sementara itu, Gianyar mencapai 65,0 persen, Tabanan 30,5 persen, Klungkung 23,2 persen, dan Kota Denpasar 6,7 persen.

BACA JUGA:  Di Hari Anak Sedunia: MBG 3B dan TAMASYA, Harapan Baru Anak Indonesia 

Evaluasi juga menunjukkan bahwa bentuk intervensi masih didominasi edukasi. Dari 7.381 KRS penerima, sebanyak 7.082 KRS atau 95,9 persen menerima edukasi pencegahan dan penanganan stunting, 298 KRS atau 4,0 persen menerima bantuan nutrisi, dan satu KRS menerima bantuan rumah layak huni.

Sementara bantuan jamban sehat, akses air bersih, dan pemberdayaan ekonomi keluarga belum tercatat tersalurkan pada periode tersebut. Padahal, terdapat 1.061 KK sasaran yang memiliki jamban tidak layak dan 803 KK dengan sumber air minum tidak layak, sehingga diversifikasi bentuk bantuan masih menjadi kebutuhan penting.

Ke depan, GENTING di Bali perlu diarahkan tidak sekadar sebagai gerakan pemberian bantuan, tetapi sebagai wadah kolaborasi untuk menjawab persoalan keluarga secara menyeluruh dan berbasis data.

Penguatan kemitraan, pemerataan intervensi antarwilayah, serta penyesuaian bentuk bantuan dengan kebutuhan keluarga sasaran menjadi kunci agar capaian GENTING semakin merata dan berdampak nyata terhadap percepatan pencegahan stunting di Bali. [gde]

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top