Diskarmat Badung Periksa Kelayakan Alat Pemadam 

Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmat) Kabupaten Badung, Selasa (12/12/2017) memeriksa kelayakan sejumlah alat pemadam kebakaran di gedung-gedung di lingkungan Puspem Badung. Tim yang terdiri dari dua regu tersebut mengecek titik-titik Alat Pemadam Api Ringan (APAR), Hydrant, Smoke Detector, sprinkler, dan alat pemadam api lainnya.

MANGUPURA-fajarbali.com | Kepala Diskarmat Badung, I Wayan Wirya mengatakan, pemeriksaan dan uji alat pemadam merupakan kegiatan berkala yang diagendakan setahun sekali. Langkah ini untuk meminimalisir terjadinya gangguan alat saat digunakan. “Ini merupakan pengecekan berkala yang kami lakukan di semua gedung utamanya di Puspem Badung. Hari ini baru empat gedung, seperti gedung DPRD Badung yang kami cek kesiapannya, dan ini nanti akan dilanjutkan ke semua gedung lainnya,” ungkapnya, Selasa kemarin.

Menurut Wirya, hasil pemeriksaan sementara terhadap alat pemadam yang tersedia masih relatif bagus. Namun, jika dalam pemeriksaan berkala ditemukan adanya kerusakan akan dilaporkan pada bagian Perawatan (Perwat). “Kami akan membuat resume jika ada kerusakan dan memerlukan penanganan. Catatan ini nantinya diserahkan ke perawatan untuk ditindaklanjuti,” katanya.  

Selain mengecek kesiapan alat-alat pemadam, pihaknya juga melakukan sosialisasi tentang pencegahan kebakaran. Informasi ini diberikan kepada siswa-siswi dan masyarakat umum. “Kami memberikan informasi (pencegahan kebakaran –red) dari Paud, TK, SD. Para Kepala Pasar juga kami kumpulkan untuk mensosialisasikan program itu,” terangnya.

Menurutnya, kasus kebakaran di Kabupaten Badung rata-rata cukup tinggi. Kejadian ini dominan dipicu oleh arus pendek atau konsleting. Berdasarkan data yang ada setiap bulannya rata-rata terjadi 12 kasus kebakaran. “Konsleting listrik menjadi penyebab dominan. Karena itu kami mengimbau kepada masyarakat untuk menganti instalisasi listrik yang lama, sehingga lebih aman,” tegasnya.

Wayan Wirya mengakui, mensiagakan 26 unit kendaraan pemadam yang ditempatkan menyebar di delapan pos. Seperti, Pos Petang, Abiansemal, Terminal Mengwi, Puspem Badung, Kebo Iwa, Kunti, Majapahit, dan Bali Pecatu Graha. “Kami punya 28 unit mobil recue, namun yang sering dipakai terjun ke lapangan 26. Sebab, dua unit kendaraan merupakan truk pengangkut air dan personil,” pungkasnya.(put)

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Lomba Baligrafi, Lestarikan Keaksaraan Bahasa Bali

Sel Des 12 , 2017
Paiketan Penyuluh Bahasa Bali Jembrana bekerjasama dengan Pemprov Bali dan Pemkab Jembrana menggelar Lomba Baligrafi yang merupakan lomba kreasi menulis aksara Bali.  Save as PDF

Berita Lainnya