Dinkes Jembrana Bentuk KDPA

NEGARA – fajarbali.com | Penyebaran Virus HIV/AIDS secara keseluruhan di Bali nampaknya semakin mengkhawatirkan. Khusus di Jembrana sesuai data pada Dinas Kesehatan, penderita HIV/AIDS dalam setiap bulannya terdapat sekitar 9-10 kasus baru.

 

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jembrana, dr. IGusti Agung Putu Arisantha, MPH dihadapan para Perbekel/Lurah termasuk para bendesa Pekraman se Kabupaten Jembrana bertempat di Aula Pertemuan Lantai 2 Jimbarwana, Jumat (7/2/2020).

Menurutnya di Jembrana dalam tahun 2019 terdapat 95 kasus. Sedangkan tahun 2020 di bulan Januari sampai saat ini terdapat 8 kasus baru. Guna 
mengantisipasi kasus ini, Arisantha menyebutkan Pemkab Jembrana melalui Dinas Kesehatan melakukan langkah-langkah dengan membentuk Kader Desa Peduli AIDS (KDPA) di tingkat Desa/Kelurahan. “Jika dilihat kasus ini ibarat seperti fenomena gunung es. Diprediksi masih ada warga kita yang belum terdeteksi apalagi mau dengan kesadaran sendiri memeriksakan dirinya ke Puskesmas atau Rumah Sakit. Padahal semua puskesmas dan rumah sakit kita ini telah mampu mengatasinya, asalkan mengikuti aturan kesehatan. Tidak ingin kasus-kasus ini semakin merajalela di masyarakat maka kita bentuk tim penanggulangan Penyakit HIV/Aids di tingkat desa/Kelurahan. Berupa Kader Desa Peduli AIDS (KDPA),” terangnya.

dr. I Gusti Agung Putu Arisantha, MPH  yang didampingi Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular(P2PM), IB. Made Adnyana, SKM juga menjelaskan,Tim yang dibentuknya ini melibatkan para Perbekel/Lurah termasuk para Bendesa Pekraman. “Tokoh-tokoh ini Kita bisa libatkan dalam tim Penanggulangan penyakit HIV/AIDS. Maka setiap desa/kelurahan terdapat tim dengan pendampingan dari Puskesmas terdekat. “ujarnya.
Terkait tugas Tim, Arisantha mengatakan, memberikan sosialisasi termasuk memberikan penyadaran kepada warga masyarakatnya akan dampak dan bahaya dari penyebaran virus HIV/AIDS. “Setiap saat, kita harapkan tim ini mampu memberikan penyadaran sekaligus sosialisasi kepada warganya betapa bahaya virus ini. Namun demikian, kita juga harapkan warga masyarakat yang merasakan atau terindikasi virus HIV/AIDS agar melakukan pemeriksaan ke puskesmas atau rumah sakit. Karena dengan kesadaran sendiri petugas akan memberikan pengobatan secara terus menerus sehingga penderita bisa bertahan hidupnya seperti biasa dengan harapan kualitas hidup penderita sama seperti orang yang sehat,”pungkasnya.(prm).

 

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Sunarta Harapkan Dana Kelurahan Terwujud di APBD Perubahan 2020

Ming Feb 9 , 2020
MANGUPURA – fajarbali.com | Dana bagi kelurahan di Badung terus didorong pihak Dewan Badung. Dewan menginginkan, kelurahan bisa mendapatkan hak yang sama dibidang anggaran dengan pemerintahan desa melalui peraturan daerah. Wakil Ketua II DPRD Badung, I Made Sunarta berharap aturan tersebut dapat direalisasikan pada APBD Perubahan tahun 2020 tahun, atau […]

Berita Lainnya