Dibuka oleh Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa,40 Pelaku Usaha Ikuti Sosialisasi dan Bimtek Implementasi Pengawasan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko

Wakil bupati buka Sosialisasi dan bimtek Implementasi pengawasan perijinan

AMLAPURA-fajarbali.com I Wakil bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa, membuka membuka secara resmi Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Pengawasan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko, di Hotel Ramayana Candidasa, Kamis (29/9) kemarin. Sosialisasi dan bimtek yang diikuti oleh 40 orang pelaku usaha yang telah memiliki Nomor Induk Usaha dari Kecamatan Karangasem, Kecamatan Manggis, dan Kecamatan Bebandem dalam rangka upaya peningkatan pemahaman pelaku usaha  terhadap ketentuan pelaksanaan penanaman modal, serta kemudahan dalam melakukan pengurusan perizinan berusaha melalui sistem OSS RBA.

 Wabup Artha Dipa menyampaikan, kegiatan ini sesungguhnya dimaksudkan sebagai salah satu upaya untuk memberikan pemahaman kepada para pelaku usaha, agar para pelaku usaha didalam menjalankan usahanya benar-benar sesuai dengan regulasi di bidang Penanaman Modal. “Oleh karena itu kami berupaya terus untuk membuat terobosan-terobosan dalam rangka meningkatkan realisasi investasi di Kabupaten Karangasem. Salah satunya adalah dengan memberikan sosialisasi implementasi pengawasan perizinan berusaha seperti ini di seluruh kecamatan se-Kabupaten Karangasem,” ujar  Wabup Artha Dipa.

Selaku wakil kepala daerah, kata  Artha Dipa,pihaknya menyampaikan rasa bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya, kepada para pelaku usaha atas kesediaanya untuk tetap melakukan investasi di wilayah Kabupaten Karangasem. “Karena saya memandang bahwa investasi yang Bapak/Ibu/Saudara lakukan adalah sebagai salah satu indikator untuk meningkatnya pertumbuhan perekonomian Karangasem khususnya, dan Bali pada umumnya,” imbuhnya.

Wabup Artha Dipa juga mengajak bersinergi secara positif antara pemerintah dengan pelaku usaha. Pemerintah dalam hal ini wajib perhatikan hak-hak para pelaku usaha seperti mendapatkan kepastian hukum dan perlindungan, memberikan informasi yang terbuka mengenai bidang usaha yang dijalankannya, hak pelayanan berupa kemudahan perizinan serta berbagai bentuk fasilitas fiskal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

 

 

Pada sisi lain, dinas penanam modal juga berkewajiban untuk melaksanakan protokol kesehatan dengan baik, meningkatkan kompetensi tenaga kerjanya melalui pelatihan kerja, menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan, menghormati tradisi budaya masyarakat sekitar lokasi usaha penanam modal, serta menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Secara Online.

Lebih lanjut, Wabup mengatakan , kegiatan ini adalah sebagai salah satu wujud nyata Komitmen kami kepada pelaku usaha untuk mendapatkan informasi yang terbuka. Oleh karena itu melalui Sosialisasi Implementasi  Pengawasan Perizinan Berusaha ini, diharapkan peserta dapat memanfaatkan waktu/peluang ini dengan serius untuk mengikuti sampai selesai. Sehingga apa yang diharapkan bersama  dapat terwujud dengan baik. W-016.

Ida bagus Sudarsana

Next Post

Penghargaan di Kancah Nasional dan Internasional Diraih Mahasiswa FK Unud

Jum Sep 30 , 2022
Fakultas Hukum Unuversitas Udayana
44054D68-D499-4DF3-B436-9AC34A0CA3C5-a297bdde