Dewan Desak Panggil RSUD Karangasem Untuk Rapat Kerja

AMLAPURA-fajarbali.com | Ditengah pandemi covid-19 yang tak jelas kapan berakhirnya,manajemen RSUD Karangasem tidak lantas bisa mengurangi pemberian layanan kesehatan kepada masyarakat. Apalagi, RSUD Karangasem yang telah berubah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) semestinya semakin meningkatkan pelayananya.


Malah sebaliknya, BLUD RSUD Karangasem ditengari kerap melakukan penolakan terhadap rujukan pasien dengan alasan overload. Hal itu diungkapkan anggota DPRD Karangasem, I Nyoman Musna Antara, saat rapat kerja dengan eksekutif. 

Menurut Musna, pihaknya kerap mendengar kondisi penolakan pasien dari BLUD RSUD Karangasem. Alasanya, karena ketidaksediaan jumlah bed di masa pandemi covid-19 saat ini. Padahal dengan anggaran berupa keuntungan dari BLUD RSUD Karangasem semestinya bisa mengoptimalkan pemberian pelayananya kepada masyarakat.

“Tadi disampaikan ada keuntungan dari BLUD RSUD Karangasem sebesar Rp 15 miliar dan dikembalikan lagi ke BLUD RSUD untuk dipergunakan,” ujar Musna.

Baca juga :
Korban Tabrak Lari Sekarat di RSUP Sanglah, Mobil Avanza Diburu
Sasar 1.822 Orang, Pemkab Badung Mulai Vaksinasi Ibu Hamil 

Bahkan Musna mendesak dewan segera memanggil manajemen RSUD Karangasem untuk hearing digedung dewan. Pihaknya juga ingin mengetahui anggaran itu dipergunakan untuk apa saja. Apalagi ditengah pandemic ini, pasien di RSUD sampai sempat dirawat di luar gedung. Hal itu tentu saja sangat eronis ditengah keuntungan yang didapatkan, malah pelayanan pasien sampai dirawat di luar gedung.

“Saat rumah sakit mengalami lonjakan  kunjungan pasien hingga harus dirawat di parkiran IRD, tanpa dilengkapi dengan tenda, bahkan ada yang di rawat di tempat duduk,” ujarnya lagi.

Lembaga dewan pun, tidak mempermasalahkan peningkatan anggaran kesehatan, akan tetapi pihaknya mewanti-wanti agar dibarengi dengan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Keuntungan yang didapat itu, ada baiknya dipergunakan untuk kepentingan pelayanan kepada masyarakat.

“Malah kinerja RSUD Karangasem dalam dua tahun ini tidak ada peningkatan,” ujar anggota DPRD asal fraksi Golkar ini.

Hal yang sama juga disampaikan I Nengah Rinten, anggota DPRD asal fraksi Nawasatya NasDem. Dengan keuntungan yang di dapatkan itu, kata Rinten, sudah tidak ada alasan lagi bagi manajemen RSUD Karangasem untuk menolak pasien baik  untuk dirawat disana. Kalaupun kekurangan ruangan, semestinya manajemen RSUD sudah bisa mengantisipasinya dengan mempergunakan anggaran yang dikembalikan oleh pemkab Karangasem.

“Jangan cari untung saja, namun pelayanan kurang maksimal,” ujarnya. (bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

12 Hotel Disiapkan Untuk Isoter, Pergunakan Dana BTT

Sen Agu 23 , 2021
AMLAPURA-fajarbali.com | Dianggap tidak efektif dalam mengurangi angka kasus terkonfirmasi positif covid-19, pemkab Karangasem tidak lagi mengijinkan pasien terkonfirmasi untuk isolasi secara mandiri. Sebanyak 12 hotel di Karangasem dipergunakan sebagai tempat isolasi terpusat dengan mempergunakan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT).  Hal itu dikatakan Sekda Karangasem I Ketut Sedana Merta, Kamis […]