Covid-19 Merupakan Varian Virus Yang Mudah Bermutasi

Denpasar-fajarbali.com | Munculnya beragam jenis mutasi varian baru virus corona di Bali pada khususnya dan di Indonesia pada umumnya, menurut Ahli Virologi dan Molekuler Biologi Universitas Udayana Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Kade Mahardika hal tersebut bukan suatu hal yang mengejutkan. Banyaknya varian jenis virus yang ditemukan beberapa bulan terakhir ini, dikatakannya menjadi satu hal yang wajar terjadi.


“Hal ini karena virus corona merupakan jenis virus yang mudah berubah menyesuaikan dengan kondisi geografis dari suatu daerah sehingga virus tersebut menjadi kekhasan dari satu daerah tersebut,” jelasnya, Rabu (2/6/2021).

Varian virus ini dijelaskan Prof Mahardika terjadi secara alami dan pasti terjadi karena adanya mobilitas manusia yang tinggi dari satu tempat ke tempat lain. Mengingat virus Covid-19 ini merupakan jenis virus yang penularannya murni dari manusia ke manusia, bukan dari binatang ke manusia.

Baca Juga :
Operasi Prokes Di Susut, Jaring Enam Pelanggar Tak Gunakan Masker
Evaluasi Dan Sempurnakan Program PKK, Bupati Sedana Arta Buka Rakon dan Rakerda PKK Kabupaten Bangli 2021

Selain itu virus ini diakuinya juga tidak bisa menular melalui udara ke manusia. “Hal ini karena virus Covid-19 bukanlah jenis virus aerosol atau jenis virus yang bisa mengambang dan hidup di udara dalam waktu lama, sehingga virus ini tidak bisa menular melalui udara,” terangnya.

Terkait ditemukannya varian virus lain seperti varian Afrika Selatan, varian Inggris di Bali sejak beberapa bulan terakhir ini, Prof Mahardika menyatakan hal tersebut bisa terjadi secara alami. Mengingat mobilitas orang asing masuk ke Indonesia selama tahun 2020 hingga Mei 2021 masih cukup tinggi.

Disinggung soal keganasan virus, Prof Mahardika menyebutkan, jika varian virus asing seperti varian Afrika Selatan dan varian Inggris yang ditemukan di Bali memiliki sifat yang sama dengan jenis virus covid-19 yang ada di Bali saat ini, yakni jenis virus covid-19 yang pertama kali ditemukan di Wuhan China.

“Dari penelitian yang dilakukan, kesamaan jenis virus Covid-19 varian Inggris dengan kode B.1.1.7 hampir 70 persen sifatnya memiliki kesamaan dengan virus covid-19 yang ada di Indonesia saat ini. Karena identifikasinya varian ini pertama kali ditemukan di Inggris, maka virus ini di sebut sebagai varian Inggris dengan kode B.1.1.7,” ungkapnya.

Prof Mahardika juga mengakui bila identifikasi virus Covid-19 di Indonesia masih sangat kecil. Karena dari data nasional Indonesia sampai saat ini batu berhasil mengidentifikasi varian virus sebantak 1700 an, sedangkan untuk data dunia sudah teridentifikasi sebanyak 1,7 juta varian. (dha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Bupati Sanjaya Apresiasi Ngaben Megabung Selemadeg Kelod Terapkan Protokol Kesehatan

Rab Jun 2 , 2021
TABANAN-fajarbali.com | Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, menghadiri Upacara Pitra Yadnya Ngaben Megabung yang diselenggarakan oleh masyarakat Br. Adat Selemadeg Kelod, Desa Selemadeg, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Rabu, (2/6/2021).
BPD BALI