Bupati Lepas Mahasiswa ITB STIKOM Bali Asal Ngada ke Jepang

IMG-20260206-WA0010
Bupati Ngada Raymundus Bena bersama mahasiswa ITB STIKOM Bali asal Kabupaten Ngada, Flores.

DENPASAR-fajarbali.com | Bupati Ngada, Flores, NTT, Raymundus Bena melepas 2 mahasiswa ITB STIKOM Bali asal Kabupaten Ngada, Sanjose Diego Sastronugroho Tambus dan Christianus Vieri Salam Koeng, terbang ke Jepang untuk mengikuti program kuliah sambil magang di Jepang.

Acara yang digelar di STIKOM Bali Convention Center, Renon, Denpasar, Rabu (5/02/2026) ini diikuti seluruh mahasiswa Ngada yang merupakan kerja sama resmi Pemda Ngada dengan ITB STIKOM Bali.

Acara ini digabung dengan melepas 7 mahasiswa ITB STIKOM Bali ke Jepang yang menjalani masa karantina di LPK Dwipahara, Bangli.

“Kerja sama ini terbesit sekitar 4 tahun lalu ketika saya didatangi oleh Pak Rahman (Rahman Sabon Nama-red) dan tim dari STIKOM Bali, menjelaskan tentang program kuliah sambil magang di Jepang," kata Raymundus Bena.

"Cuma waktu itu saya masih wakil bupati sehingga belum terealisasi, kemudian tahun lalu saya menjadi bupati sehingga saya melihat ini menjadi program unggulan saya dan Pak Wakil (Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhae-red),” imbuhnya.

Ia melanjutkan pada 15 Juli 2025, lalu bertempat di halaman Kantor Bupati Ngada, Bajawa, Bupati Ngada Raymundus Bena dan Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhae secara resmi melepas 38 mahasiswa ke ITB STIKOM Bali untuk menjalani program kuliah sambil magang di Jepang.

Sebelumnya, 11 mahasiswa sudah ada di Bali. “Sehingga total anak-anak kami peserta program kuliah magang di Jepang sebanyak 49 orang,” kata Ray Bena.

Dengan melepas 2 mahasiswa hari ini maka total 3 mahasiswa Ngada sudah ada di Jepang. Sebelumnya, Pius Fernando Wou, asal Desa Beiposo, Bajawa, pada 1 Juli 2025 sudah terbang ke Yamanashi, Jepang.

Kepada mahasiswa yang belum lulus interview dengan user Jepang Ray Bena memotivasi mereka agar tetap bersemangat, tingkatkan terus kemampuan berbahaas Jepang dan selalu ikuti aturan di LPK ACE Indonesia. “Jangan patah semangat, terus balajar Bahasa Jepang dan mengikuti kuliah seperti biasa,” kata Ray Bena.

BACA JUGA:  ITDC Bagikan 1.200 Paket Sembako dan 600 Santunan Anak Yatim Piatu ke Enam Desa Penyangga The Mandalika

Direktur LPK ACE Indonesis Mr. Pasquarleh dalam sambutannya tak lupa berterima kasih kepada Pemda Ngada dan ITB STIKOM Bali yang mempercayakannya sebagai lembaga pengiirim. Dia mengaku awalnya ada kesulitan dalam pembelajaran Bahasa Jepang karena anak-anak datang dengan budaya yang berbeda dengan situasi pendidikan di lembaganya yang sudah bergaya Jepang, semuanya serba disiplin.

“Tapi syukurlah sekitar 50 persen sudah dapat job ke Jepang,” kata Arleh, panggilannya, yang berbicara dalam bahasa Inggris.

Direktur PT Mitra Bisnis Ciptakarya-unit usaha STIKOM Bali yang mengelola mahasiswa kuliah sambil magang di luar negeri, Yusar Hilmi melaporkan, atas kerja sama yang baik dengan LPK ACE Indonesia sehingga total anak-anak Ngada yang terbang ke Jepang hari ini hingga bulan Maret 2026 sebanyak 12 orang.

Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan dalam sambutannya memotivasi para mahasiswa peserta program kuliah sambil magang di Jepang karena mereka sudah memiliki kelebihan lain dibandingkan mahasiswa yang hanya mengikuti kuliah saja di Indonesia, termasuk di perguruan tinggi negeri sekalipun.

“Bandingkan dengan teman anda yang kuliah saja di Indonesia, setelah tamat, dia masih cari kerja lagi, kirim-kirim email lamar kerja. Tapi Anda kalau di Jepang, masih kuliah, dapat gelar sarjana, sudah punya uang, bisa biayai kuliah sendiri dan membantu keluarga,” kata Dadang Hermawan.

Sanjose Diego Sastronugroho Tambus yang diberi kesempatan memberikan testimoni mengatakan, sangat berterima kasih kepada Pemda Ngada, DPRD Ngada, ITB STIKOM Bali dan LPK ACE Indonesia karena sudah memfasilitasi keberangkatan mereka ke Jepang.

“Jujur Pak Bupati, orangtua kami dari Bajawa, kami semua dari kampung, tidak tahu apa-apa tentang Bahasa Jepang, dari nol, sampai di sini digodok dari pagi sampai sore, lalu malamnya mengikuti kuliah secara online, hingga kami sampai di titik ini. Saya dan teman saya Christianus Vieri sangat bersyukur karena dari 38 anak-anak Ngada yang tiba di Bali pada 15 Juli 2025, tidak sampai 8 bulan kami akhirnya yang pertama berangkat ke Jepang,” kata Diego.

BACA JUGA:  Implementasi MBG 3B Menuju Indonesia Emas 2045

“Perasaan kami senang, bahagia dan sedih. Senang dan bahagia karena anak saya bisa bisa berangkat sekarang, Tapi kami sedih karena tidak bisa hadir di Bali, antar anak ke Jepang. Saya hanya seorang ibu rumah tangga, suami hanya petani. Tapi kami bersyukur Pak Bupati sudah hadir memberikan penguatan kepada anak-anak kami,” kata Emirensiana Moi, ibunda Christianus Vieri, asal Desa Tanalodu, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada. (rel)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top