Bupati Bangli Resmi Buka Kembali Wisata Tukad Cepung

BANGLI-Fajarbali.com | Setelah sempat ditutup selama kurang lebih dua tahun, akhirnya Kawasan Wisata Tukad Cepung, yang berada di Banjar Penida Kelod, Desa Tembuku, Bangli dibuka  secara resmi oleh Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Sabtu (18/9/2021). Acara pembukaan tersebut dihadiri juga oleh anggota DPRD Bangli, Danramil dan Kapolsek Tembuku dan Camat Tembuku.

Perbekel Desa Tembuku, I Ketut Mudiarsa pada kesempatan itu menyampaikan rasa terima kasih atas dibukanya kembali Kawasan Wisata Tukad Cepung. Pihaknya berharap dengan dibukanya kembali kawasan wisata ini bisa secara perlahan memulihkan perekonomian masyarakat setempat.

“Kawasan Tukad Cepung telah banyak memberikan kontribusi kepada desa, baik peningkatan pendapatan asli desa,  juga telah mampu menyerap tenaga kerja,”katanya.

Baca Juga: 
Menteri Erick Thohir Bersama Stafsus Presiden ke Gianyar, Salurkan Bantuan Pakan Monyet hingga Sembako ke Warga Ubud
Rayakan HUT Ke-30, Rotary Club Of Bali Taman Komit Laksanakan Program di 7 Area Focus

Meski demikian, pihaknya menyampaikan, untuk mengembangkan Kawasan Wisata Tukad Cepung, masih ditemui sejumlah kendala. Salah satunya, seperti lokasi yang masih sulit dijangkau, karena lebar jalan masih kurang sehingga sulit dilewati  kendaraan besar. Karena kendala itu, banyak wisatawan yang beralih ke objek wisata lainnya  yang tentu lebih mudah dijangkau.

“Harapan ke depan kondisi tersebut dapat dicarikan solusi mengingat jalur menuju kawasan Tukad Cepung infrastrukturnya masih dibiayai secara swadaya oleh desa,” pintanya.

Sementara itu Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menyampaikan rasa bangga kepada pengelola kawasan wisata Tukad Cepung. Dari sekian banyaknya Objek Wisata Air terjun yang ada di Bali khususnya di Kabupaten Bangli,  ternyata Tukad Cepung adalah salah satu objek yang paling diminati oleh wisatawan yang khusus menyukai wisata air terjun.

“Hal itu bisa dilihat dari searching google, ketika memasukkan kata air terjun, tukad cepung berada di urutan teratas. Nah hal ini sangatlah luar biasa, potensi ini harus dikelola secara maksimal,”katanya.

Disebutkan, namun sayang lantaran pandemic Covid 19, Kawasan Wisata Tukad Cepung harus ditutup sementara, Namun mulai hari ini, kawasan ini kembali dibuka. Dan, dirinya juga akan mem terus memviralkan sehingga semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke Tukad Cepung.

“Kita ingatkan, meski telah dibuka penerapan prokes secara ketat merupakan harga mati. Sementara,  terkait dengan kendala yang dihadapi pengelola, pihaknya akan terus berupaya bagaimana masalah tersebut bisa teratasi untuk percepatan pemulihan ekonomi masyarakat,”jelasnya.

Lanjut menambahkan, meski tidak harus hotmix, namun pihaknya akan berupaya membantu memperlebar jalan agar bisa  dilintasi kendaraan besar (bus). “Kalau memang memungkinkan dilebarkan, mungkin bisa di rabat beton dulu. Yang penting kendaraan bisa masuk dulu,” pungkasnya. (ard)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Cookpad Indonesia Kampanyekan #Masak Setiap Bagian, Upaya Minimalkan Limbah Dapur

Ming Okt 10 , 2021
GIANYAR- Fajarbali.com IMemperingati Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada 16 Oktober mendatang, Cookpad kembali hadir dengan kampanye global #MasakSetiapBagian. Kampanye ini, mengajak masyarakat untuk mengurangi sampah dapur dengan cara memasak dan mengonsumsi sisa bahan pangan yang biasanya mereka buang. Untuk di Indonesia, kegiatan ini sudah kedua kalinya dan kegiatannya sudah […]