Bupati Adi Arnawa Hadiri Uleman Karya di Pura Kayu Gede Kastuba, Kerobokan Kaja

1000714443
Bupati Wayan Adi Arnawa menghadiri uleman Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan, dan Pedudusan Alit di Pura Kayu Gede Kastuba, Banjar Gadon, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Kamis (30/7).

MANGUPURA-Fajarbali.com |Sebagai wujud komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian adat dan budaya yang menjadi fondasi utama pariwisata di Kabupaten Badung, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri uleman Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan, dan Pedudusan Alit di Pura Kayu Gede Kastuba, Banjar Gadon, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Kamis (30/7).

 

Bupati Wayan Adi Arnawa menjelaskan bahwa kehadiran pemerintah dalam kegiatan adat dan keagamaan bukan sekadar agenda seremonial. Kehadiran ini merupakan bentuk tanggung jawab nyata pemerintah untuk mendampingi masyarakat dalam menjaga serta melestarikan warisan leluhur secara turun-temurun.

 

“Pariwisata Bali, khususnya di Kabupaten Badung, hidup dan berkembang karena ditopang oleh adat, budaya, dan tradisi yang bernafaskan agama Hindu. Tugas pemerintah adalah memastikan kebudayaan ini tetap terawat tanpa membebani ekonomi karma. PAD Badung yang sebagian besar bersumber dari sektor pariwisata harus kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, karena itu, pemerintah daerah mengarahkan berbagai program bantuan untuk meringankan beban warga dalam menjalankan kewajiban adat dan keagamaan," ucapnya. 

 

 

 

Bupati Adi Arnawa menegaskan, keberlanjutan pariwisata Bali tidak dapat dipisahkan dari keberlangsungan adat dan budaya yang hidup di tengah masyarakat. Apabila nilai-nilai budaya mengalami kemunduran, sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat juga akan terdampak.

 

 

 

“Jika adat dan budaya tidak kita jaga bersama, pariwisata akan terganggu dan berdampak langsung pada perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, PAD kita kembalikan penuh untuk meringankan beban krama,” katanya. 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top