Bule Swiss Ngamuk di Konsulat Swistzerland

DENPASAR-fajarbali.com | Diduga depresi, Peter Hugo (68) asal Swiss mengamuk di Kantor Konsulat Swistzerland yang terletak di Jalan Ganetri nomor 9D, Denpasar Timur, Kamis (31/1/2019) sekitar pukul 12.20 wita.

Warga setempat mengamankan pria tersebut, mengikat tangannya dan membawanya ke RSUP Sanglah Denpasar.

Menurut Kapolsek Denpasar Timur AKP Nyoman Karang Adiputra, Peter sebelumnya mengaku kehilangan paspor dan melapor ke staf konsulat Ulrike Keller (52). Ia pun disarankan untuk mengurus paspor baru di kantor konsulat Jakarta. Beberapa hari kemudian, Peter berada di Jakarta dan sempat dihubungi oleh pihak konsulat dengan mengatakan proses pembuatan paspor baru butuh waktu lama.

“Mungkin tidak sabaran, ia ribut di konsulat,” terang AKP Karang.

Sementara itu, dua hari lalu, istri Peter datang konsulat dan menyampaikan bahwa paspor suaminya tidak hilang dan ada di rumahnya di Singaraja. Dalam kesempatan itu, istrinya juga mengatakan suaminya memang mengalami depresi.

Mirisnya, Peter yang tinggal di Celuk Buluh Kalibukbuk, Singaraja itu kembali mendatangi Konsulat Swistzerland di Jalan Ganetri nomor 9D, Denpasar Timur, Kamis (31/1) sekitar pukul 12.20 wita. Dia kembali mengeluh tidak punya untu mengurus paspor.

Pihak konsulat yang sudah mengetahui Peter depresi menyarankan agar bersabar dan tenang. Selanjutnya, pria itu keluar dengan alasan mencari makan dan kembali lagi ke konsulat minta kopi.

Tragisnya, setelah diberikan kopi, Peter menyiram mula Ulrike dengan kopi sehingga mengenai kepalanya. Takut dianiaya, staff perempuan itu kemudian berlari bersama teman sekerjanya, Rahayu Arta Sari keluar dari pintu belakang. Sedangkan Peter melampiaskan amarahnya dengan melempar lonceng ke ruangan hingga pecah dan mengenai almari arsip.

Tak hanya itu, ia juga mengobrak-abrik barang di ruang staf. Akhirnya saksi Ulrike menghubungi staf konsulat Gerhard L. Nutz yang sedang berada di luar. Setelah bertemu dengan Peter, Gerhard mencoba membujuk pelaku agar tidak mengamuk. Bukannya meredam, Peter malah memukul wajah Gerhard. Mendengar Peter mengamuk di dalam konsulat, beberapa warga masuk dan mengikat kedua tangannya agar tidak berulah.

Jajaran Polsek Dentim dan Satpol PP dan petugas BPBD tiba di lokasi kemudian pelaku dibawa ke RS Sanglah.

“Ia kami duga mengalami depresi. Untuk sementara kerusakan di kantor konsulat hanya pot bunga dan tempat sembahyang (plangkiran),” pungkas AKP Karang. (hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Terkait Dugaan Pelecehan Seksual di Ashram Klungkung, Polda Bali Panggil Ipung

Jum Feb 1 , 2019
DENPASAR-fajarbali.com | Kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi sekitar 10 tahun yang lalu di salah satu Ashram di Klungkung, kembali mencuat.