Bukan Sekadar Ibadah, Puasa juga Bermanfaat untuk Kesehatan Tubuh

(Last Updated On: )

Denpasar-fajarbali.com | Puasa merupakan tindakan menahan diri untuk tidak mengonsumsi semua atau beberapa makanan atau minuman untuk jangka waktu tertentu, ada banyak cara puasa yang berbeda. Puasa dapat dijalankan untuk tujuan kesehatan maupun untuk menjalankan ibadah pada agama tertentu.

Menurut Kepala Instalasi Gizi RSUP Sanglah Denpasar, Ni Wayan Rapiasih, berpuasa memberikan berbagai macam manfaat kesehatan. Pertama, meningkatkan kontrol gula darah dengan mengurangi resistensi insulin. Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa puasa jangka pendek yang dilakukan oleh penderita diabetes tipe 2 dapat menurunkan kadar gula darah secara signifikan.

“Sementara itu, penelitian lain menemukan bahwa puasa intermiten dan puasa alternatif sama efektifnya dengan membatasi asupan kalori dalam mengurangi resistensi insulin. Penurunan resistensi insulin ini dapat meningkatkan sensitivitas tubuh kita terhadap insulin sehingga pengangkutan glukosa dari aliran darah ke sel untuk mengangkut glukosa dari aliran darah ke sel menjadi lebih efisien. Sehingga, hal ini dapat membantu menjaga gula darah tetap stabil, mencegah lonjakan dan penurunan kadar gula darah,” ungkapnya, Selasa (27/4/2021).

Baca Juga :
Bupati Giri Prasta Hadiri Karya Maligya di Griya Simpangan Buduk
Jelang Libur Lebaran, Hotel di Kawasan Badung Mulai di Booking

Yang berikutnya, bahwa berpuasa dapat menurunkan berat badan. Rapiasih mengatakan, puasa dapat menjadi cara yang aman untuk menurunkan berat badan karena banyak penelitian telah menunjukkan bahwa puasa intermiten, (puasa yang dikendalikan dalam beberapa jam tertentu) memungkinkan tubuh untuk membakar sel-sel lemak lebih efektif daripada sekedar diet biasa.

“Selain itu, puasa jangka pendek dapat meningkatkan tingkat metabolisme tubuh kita sebesar 3,6-14 persen, sehingga dapat membantu membakar lebih banyak kalori.  Dengan kata lain, puasa intermiten bekerja di kedua sisi yaitu meningkatkan laju metabolisme tubuh kita (meningkatkan kalori keluar) dan mengurangi jumlah makanan yang kita makan (mengurangi kalori masuk),” ujarnya.

Rapiasih menambahkan, saat tidak makan untuk sementara waktu, beberapa hal terjadi di tubuh. Misalnya, tubuh memulai proses perbaikan sel yang penting dan mengubah kadar hormon agar lemak tubuh yang tersimpan lebih mudah diakses. Selain itu, puasa intermiten dapat mengurangi stres oksidatif dan peradangan dalam tubuh. Maksudnya, stres oksidatif adalah salah satu penyebab menuju penuaan dan banyak penyakit kronis. Stres oksidatif ini melibatkan molekul tidak stabil yang disebut radikal bebas, yang bereaksi dengan molekul penting lainnya (seperti protein dan DNA) dan merusaknya.

“Beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa intermiten dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap stres oksidatif. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa puasa intermiten dapat membantu melawan peradangan sehingga dapat mencegah berbagai jenis penyakit. Sementara itu, puasa intermiten juga baik untuk kesehatan otak kita. Dengan kata lain, puasa telah terbukti meningkatkan fungsi otak karena puasa meningkatkan produksi protein yang disebut faktor neurotropik yang diturunkan dari otak (abrineurin). Abrineurin mengaktifkan sel induk otak untuk diubah menjadi neuron baru, dan memicu banyak zat kimia lainnya yang meningkatkan kesehatan saraf. Protein ini juga melindungi sel otak kita dari perubahan yang terkait dengan penyakit Alzheimer dan Parkinson,” bebernya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Dinas PKPP Terus Benahi Pemukiman Warga, Masih Ada Warga yang Belum Miliki Jamban Layak

Sab Mei 1 , 2021
(Last Updated On: )GIANYAR-fajarbali.com | Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PKPP) Gianyar terus berkutat melaksanakan perbaikan permukiman warga Kabupaten Gianyar. Perbaikan ini meliputi pembuatan jamban, rehab rumah dan bedah rumah.

Berita Lainnya