BPOM Bali Gelar Sosialisasi Pangan Sehat Bagi Anak Usia Sekolah di Gianyar

Keamanan pangan tersebut jajanan tidak mengandung zat kimia, cacat biologis dan cacat fisik. “Secara umum jajanan itu tidak mengandung zat kimia berlebih, aman biologis seperi jamuran, basi dan kondisi fisik makanan tidak rusak,” jelas Ekayani. 

(Last Updated On: 19/05/2023)
GIANYAR-fajarbali.com | Tersedianya pangan aman bagi anak usia sekolah, BPOM Bali menggelar Sosialisasi Keamanan Pangan Jajanan Anak Usia Sekolah di Gianyar. Kegiatan dihadiri Jajaran BPOM Bali dan perwakilan dari sekolah SD-SMP dan SMA se Kabupaten Gianyar, Jumat (19/5/2023). 
 
 
 
Dalam sambutan Kepala BPOM Bali, 
Drs I Made Bagus Gerametta, keamanan pangan di sekolah sudah masuk program nasional, khususnya pangan jajanan anak usia sekolah. Dalam melaksanakan program ini, BPOM bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan kabupaten/kota. Program keamanan pangan ini bertujuan memberi edukasi kepada anak usia sekolah agar mengerti bagaimana jajanan sehat di sekolah. “Dalam hal ini, pengawasan jajanan anak usia sekolah dengan pengawasan berlapis baik oleh pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat termasuk pendidik di sekolah,” jelas Gerametta. Dimana semua pihak bertanggungjawab jawab terhadap jajanan anak sekolah, baik kualitas produk makanan, aman dan bermanfaat. 
 
Dalam kesempatan tersebut, pada setiap sekolah diharapkan membentuk tim keamanan pangan sekolah. Tim ini diketuai kepala sekolah dengan anggota komite dan seluruh siswa pada sekolah tersebut. 
 
Mewakili Kadisdik Gianyar, Sekdisdik Gianyar, Dewa Ngakan Manuaba sekaligus membuka sosialisasi menyebutkan penyelenggaraan pangan sehat, aman dan bermutu bagi anak-anak usia sekolah di Gianyar sangat penting. “Sehingga lahir anak yang sehat, kuat dan berkarakter, yang tentunya dipengaruhi oleh konsumsi pangan, baik di rumah tangga, do sekolah dan lingkungan tempat tinggal,” jelas Manuaba. Dikatakan, Disdik Gianyar sangat berkomitmen mewujudkan keamanan pangan bagi anak usia sekolah, aman bagi anak, tentunya bersinergi dengan guru, kantin dan anak sekolah dengan memperhatikan kebersihan dan gizi jajanan sekolah. “Ke depan, kami harapkan BPOM terus mengevaluasi keamanan pangan di sekolah, agar lahir anak Gianyar berkualitas,” harapnya. 
 
Pemateri sosialisasi keamanan pangan anak usia sekolah, Ketua Tim Substansi Informasi dan Komunikasi, Balai Besar POM di Denpasar, Ni Putu Ekayani S L, S. Si., Apt. M. Biomed mengharapkan tidak lagi ditemukan anak usia sekolah yang mengkonsumsi jajanan yang tidak sehat. Keamanan pangan tersebut jajanan tidak mengandung zat kimia, cacat biologis dan cacat fisik. “Secara umum jajanan itu tidak mengandung zat kimia berlebih, aman biologis seperi jamuran, basi dan kondisi fisik makanan tidak rusak,” jelas Ekayani. 
 
Dicontohkan, gorengan yang sudah berwarna gelap, pastinya mengandung lemak jahat. Hal lainnya adalah kemasan makanan yang sehat dan bersih. “Penting juga memperhatikan tempat sampah yang harus dalam keadaan tertutup, karena lalat hinggap di sana dan mencemari jajanan,” jelasnya.sar

Next Post

FGD Awali Pengabdian Masyarakat Prodi MAP Warmadewa di Desa Sibetan Karangasem

Fri May 19 , 2023
Kolaborasi Dalam Pengembangan Ekowisata Kebun Salak Organik Desa Sibetan
FGD 1

Berita Lainnya