BOR Dua Rumah Sakit Di Bangli Nyaris Overload

Bangli- fajarbali.com | Meski Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level IV terus diperpanjang, nyatanya belum bisa menurunkan angka kasus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bangli.



Sesuai data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli, penyebaran kasus virus corona justru menunjukkan trend kenaikan. Bahkan, tingkat keterisian tempat tidur atau BOR (Bed Occupancy Rate) untuk pasien Covid-19 di RSU Bangli dan RS BMC telah mendekati overload.


Humas GTPP Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa saat dikonfirmasi Selasa (3/8/2021) membenarkan adanya kecenderungan angka kasus meningkat ditengah penerapan PPKM.

Baca Juga :
Diduga Dampak Semburan Belerang Pedagang Jair Pasar Kidul Keluhkan Dagangan Tak Laku
Tambahan Kasus Positif Bertambah Lagi, 13 Desa Ditetapkan Zona Merah

“Tingkat keterisian tempat tidur pasien Covid-19 di dua rumah sakit di Bangli, sekarang hampir penuh,” jelasnya.

Dijelaskan, BOR di RSU Bangli saat ini sudah mencapai 93,88 persen. “Dari 49 tempat tidur untuk perawatan pasien Covid yang disiapkan di RSU Bangli, hanya tersisa 3 tempat tidur saja,”sebutnya. Selain itu, ruang ICU di RSU Bangli juga saat ini sudah penuh.

Lanjut Dirgayusa yang juga Kadikominfisan Bangli ini, hal yang sama juga terjadi di RS BMC Bangli. Yang mana, tingkat BOR di rumah sakit tersebut kini sudah mencapai 92,50 persen. Dari 40 bed yang disiapkan, sudah terpakai 37 bed dan sisanya lagi 3 bed. Lantas jika penuh, lanjut Dirgayusa, pihak RSU Bangli dan BMC sudah berkomitmen secara bersama-sama akan menambah lagi ruang isolasi.

“Kemungkinan kapasitas untuk pasien umum akan dikurangi, untuk bisa menambah ruang isolasi” sebut pria asal desa Demulih, Susut ini.

Disampaikan pula, mengacu data per 2 Agustus 2021, total jumlah akumulasi warga Bangli yang terpapar virus corona telah mencapai 3.395 orang. Rinciannya, sembuh sebanyak 2.849 orang, masih dirawat 400 pasien dan meninggal sebanyak 146 orang.

“Dibandingkan sehari sebelumnya, terjadi penambahan kasus positif sebanyak 38 orang, meninggal 4 orang dan tingkat kesembuhan juga bertambah 38 orang,” sebutnya.

Lebih lanjut menyikapi kemungkinan terjadinya overload di dua Rumah Sakit tersebut, kata Dirgayusa, sesuai instruksi pusat jika semua rumah sakit penuh, daerah wajib untuk membuat rumah sakit darurat.

“Tapi sejauh ini, belum sampai ada rencana seperti itu. Kalau memang harus terjadi, ini jadi target terakhir. Mudah-mudahan kasusnya bisa kembali turun,” tandasnya.

Untuk itu, pihaknya kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan dan mematuhi semua ketentuan pemerintah dengan pelaksanaan PPKM guna menekan angka penyebaran Covid-19. (ard)

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Hotel Menolak Dijadikan Tempat Isolasi Terpusat

Sen Agu 9 , 2021
Klungkung- fajarbali.com | Kecamatan Nusa Penida, Klungkung sebelumnya sempat berada di zona hijau atau nol kasus positif Covid-19. Namun kini, jumlah warga yang terkonfirmasi Covid-19 di wilayah tersebut kian meningkat.  Save as PDF

Berita Lainnya