GIANYAR-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Bantuan sebesar Rp 2,4 juta bagi tiap UMKM di Gianyar saat ini sedang dalam pembahasan. Bantuan ini sangat ditunggu-tunggu oleh pelaku UMKM di Gianyar. Bantuan ini rencananya dicairkan melalui koperasi dan UMK yang ada di Kabupaten Gianyar. Sedangkan sumber dana BLT Banpres Produktif Usaha Mikru dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan.
Salah satu warga yang mengharapkan bantuan adalah Wayan Tarka. Sebelumnya ia sudah mengajukan permohonan bantuan, namun harus pulang dengan tangan kosong, mengingat pengajuannya tidak diterima oleh Dinas Koperasi.
“Katanya belum ada pembahasan jadi tidak bisa diterima,” jelas Wayan Tarka, Senin (29/3/2021).
Dikatakan Tarka, ia mendapat informasi melalui facebook, sehingga segera mengajukan permohonan. Dirinya memiliki iusaha jualan buah pisang yang dibawa ke beberapa pasar di Gianyar.
Baca Juga :
Daya Beli Menurun, Buah Lokal Sangat Diminati, Pasokan Buah Impor dan Luar Bali Turun Drastis
GeNose Diprioritaskan untuk Bandara dan Pelabuhan
Plt. Kadiskop Gianyar, Dewa Alit Mudiarta membenarkan adanya pengajuan permohonan bantuan BLT tersebut. Dikatakan Alit Mudiarta, Dinas Koperasi belum bisa menerima berkas yang diakukan warga, mengingat skema bantuan sedang dibahas. Dewa Alit lantas meminta agar warga bersabar.
“Ini sedang dalam pembahasan, bagaimana teknisnya nanti akan disosialisasikan,” jelasnya.
Untuk Tahap pertama, sebelumnya sebanyak 7.200 warga Gianyar menerima BLT UMKM pada bulan Agustus 2020 lalu. Program ini merupakan program pemerintah pusat bertujuan membantu para pelaku UMKM di masa pandemi. Setelah dilakukan verfikasi besaran nominal BLT yang berhak diterima pelaku UMKM sebesar Rp 2,4 juta. BLT UMKM ini diburu masyarakat lantaran pengajuan relatif mudah dan gampang dipenuhi.
“Saya hanya bawa surat keterangan UMKM dari kepala desa, dan foto copy KTP serta KK, dulu tetangga ada yang dapat katanya langsung ditranfer di bank BRI,” ujar Wayan Tarka. (sar)
Salah satu warga yang mengharapkan bantuan adalah Wayan Tarka. Sebelumnya ia sudah mengajukan permohonan bantuan, namun harus pulang dengan tangan kosong, mengingat pengajuannya tidak diterima oleh Dinas Koperasi.
“Katanya belum ada pembahasan jadi tidak bisa diterima,” jelas Wayan Tarka, Senin (29/3/2021).
Dikatakan Tarka, ia mendapat informasi melalui facebook, sehingga segera mengajukan permohonan. Dirinya memiliki iusaha jualan buah pisang yang dibawa ke beberapa pasar di Gianyar.
Baca Juga :
Daya Beli Menurun, Buah Lokal Sangat Diminati, Pasokan Buah Impor dan Luar Bali Turun Drastis
GeNose Diprioritaskan untuk Bandara dan Pelabuhan
Plt. Kadiskop Gianyar, Dewa Alit Mudiarta membenarkan adanya pengajuan permohonan bantuan BLT tersebut. Dikatakan Alit Mudiarta, Dinas Koperasi belum bisa menerima berkas yang diakukan warga, mengingat skema bantuan sedang dibahas. Dewa Alit lantas meminta agar warga bersabar.
“Ini sedang dalam pembahasan, bagaimana teknisnya nanti akan disosialisasikan,” jelasnya.
Untuk Tahap pertama, sebelumnya sebanyak 7.200 warga Gianyar menerima BLT UMKM pada bulan Agustus 2020 lalu. Program ini merupakan program pemerintah pusat bertujuan membantu para pelaku UMKM di masa pandemi. Setelah dilakukan verfikasi besaran nominal BLT yang berhak diterima pelaku UMKM sebesar Rp 2,4 juta. BLT UMKM ini diburu masyarakat lantaran pengajuan relatif mudah dan gampang dipenuhi.
“Saya hanya bawa surat keterangan UMKM dari kepala desa, dan foto copy KTP serta KK, dulu tetangga ada yang dapat katanya langsung ditranfer di bank BRI,” ujar Wayan Tarka. (sar)










