Bencana Menerjang Klungkung

SEMARAPURA-fajarbali.com | Dalam semalam, hujan mampu mengubah wajah sejumlah lokasi di Kabupaten Klungkung. Di Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, gudang penitipan barang tergerus ombak. Sedangkan rumah-rumah warga Desa Kusamba tergenang banjir. Tak hanya itu, tanggul di Sungai Unda pun jebol, sehingga air meluap dan mengancam belasan rumah.



Kamis (1/2/2018) gerimis dan mendung tebal masih menggantung, namun warga di Desa Pesinggahan sudah riuh. Mereka dikejutkan dengan bangunan penitipan barang yang akan dikirim ke Nusa Lembongan mendadak ‘hilang’. Rupanya bangunan seluas 8 x12 meter tersebut telah tergerus air Sungai Pesinggahan yang meluap. Diperparah lagi dengan gempuran ombak besar sepanjang malam.

Koordinator buruh angkut, Made Putra Suastika menuturkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.00 wita. Para pedaganglah yang kali pertama mengetahuinya. Gudang penitipan barang hancur lebur dan seluruh material bangunan yang dititip hanyut. Diantaranya

Dua ratus (200) sak semen, 3 truk pasir, 6 pintu kayu, dab 12 jendela kaca. “Yang berhasil diselamatkan hanya 150 sak semen, 12 jendela dan dua pintu kaca. Sedangkan lainnya hanyut,” terang Suastika di lokasi.




Para pemilik material pun diminta untuk tidak resah. Lantaran pihak desa akan bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Apalagi kerugian diperkirakan tidak mencapai Rp 10 juta. Agar peristiwa serupa tak terulang, Suastika mengatakan desa akan membuat gudang baru. Hanya saja lokasinya akan dibuat lebih jauh dari bibir pantai.

Selain di Desa Pesinggahan, Desa Kusamba juga turut terkena dampak hujan semalam. Sebanyak 5 rumah warga di Dusun Karangdadi tergenang air. Bendesa Adat Karangdadi, Ketut Sukerta mengatakan, banjir sudah terjadi sejak pagi. Menurutnya hal ini bukanlah hal baru. Air kerap merendam rumah warga, karena saluran irigasi yang mengalami mendangkalan.




Sementara Wakil Bupati Klungkung, Made Kasta juga sempat meninjau ke lokasi. Sedangkan personil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga sudah dikerahkan. Tim fokus membersihkan saluran irigasi yang mengalami pendangkalan. Sedangkan warga juga nampak membuat tanggul dari karung pasir. Cara ini dinilai cukup efektif untuk mencegah genangan air yang lebih besar. (dia)

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Antisipasi Penyebaran Virus Japanese Encephalitis

Kam Feb 1 , 2018
DENPASAR-fajarbali.com | Kadiskes Kota Denpasar, dr. Ni Luh Putu Sri Armini, menyampaikan, Japanese Encephalitis merupakan penyakit zoonosa yang dapat menyebabkan terjadinya radang otak pada hewan dan manusia.  Save as PDF

Berita Lainnya