Bayi Baru Lahir Dibuang Di Pinggir Sungai, Masih Berlumuran Darah

Sementara Dirawat di Puskesmas Pembantu Dalung

 Save as PDF
(Last Updated On: 22/06/2023)

BAYI DIBUANG-Bayi malang dibuang dekat pinggiran sungai di selamatkan warga setempat. 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Kasus pembuangan bayi marak. Setelah di wilayah Sesetan, sesosok bayi laki-laki dibuang di pinggir sungai di Jalan Raya Dalung Gang Pondok Indah nomor 2 Br. Kaja Desa Dalung Kuta Utara, Badung, pada Kamis 22 Juni 2023 sekitar pukul 08.30 Wita. Bayi itu diduga baru melahirkan dan dibuang oleh ibunya yang tidak bertanggungjawab. 
 
Menurut Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sudana  bayi yang ditemukan itu masih dalam keadaan berlumuran darah diduga usai melahirkan. Bayi itu memiliki panjang 42 cm, lingkaran dada 30 cm, berat badan 2,050 gram dan dalam keadaan sehat. 
 
Saksi yang menemukan adalah Made Indra Dwi Putra (29). Saksi menerangkan pada Kamis 22 Juni 2023 sekitar pukul 08.30 Wita saksi sedang menghaturkan sesajen di pelinggih (Durga Maya) belakang kos. 
 
Selesai sembahyang dan akan kembali ke kos, saksi terkejut melihat ada sosok bayi tergeletak hanya memakai kaos singlet. Sekujur tubuh bayi masih dalam keadaan berlumur darah. Bayi malang itu diletakkan di bawah pohon jepun depan pelinggih. 
 
“Setelah dilihat oleh saksi, bayi itu langsung menangis, saksi langsung membawa korban ke kos dan membersihkan korban,” bebernya. 
 
Saksi lainya yakni Kertiyasa yang mengetahui ada penemuan bayi melapor ke kantor desa setempat. Saksi dan Kepala Desa langsung menuju ke kos si penemu bayi, saksi Made Indra Dwi Putra. 
 
Setelah sampai di kos disana sudah ada perawat Puskesmas Pembantu Dalung bernama Parniati dan Ni Made Mariati. Kedua perawat tersebut membawa bayi ke Puskesmas Pembantu Dalung dan memberikan penanganan perawatan bayi. “Bayinya dalam keadaan sehat,” bebernya. 
 
Hingga kini Polisi masih menyelidiki dan memeriksa keterangan sejumlah saksi terkait penemuan bayi tersebut. “Langkah langkah penyelidikah sudah dilakukan dan sementara bayi tersebut masih dirawat di Puskesmas pembantu Dalung,” terang Iptu Sudana. R-005

 

 

 Save as PDF

Next Post

Meningkat, Jumlah Desa Zona Merah Rabies dari 16 Menjadi 27 Desa

Kam Jun 22 , 2023
Dikatakan, sampai akhir tahun 2022 lalu, di Kabupaten Gianyar hanya 16 desa saja yang termasuk zona merah rabies, "Kini ada penambahan lagi 9 desa. Tentu kemungkinan bisa bertambah, kalau kesadaran warga tentang peliharaan tidak meningkat," tegasnya.
IMG_20230622_142141

Berita Lainnya