Banyaknya Pengangguran Akibat Pandemi Covid-19, Situasi Gangguan Kamtibmas Meningkat di Denpasar

(Last Updated On: )

DENPASAR -fajarbali.com |Meningkatnya gangguan kamtibmas di wilayah Metro Denpasar di tengah mewabahnya virus pandemi covid-19 mulai terasa. S

ituasi ini diperkeruh banyaknya pengangguran akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan karyawan perusahaan. 

 

Menurut Kapolresta Denpasar AKBP Jansen Avitus Panjaitan, meningkatnya gangguan Kamtibmas ini seiring banyaknya karyawan tidak bekerja. Namun, gangguan kamtibmas itu tidak sampai pada titik yang mengkhawatirkan. 

“Benar, saat ini gangguan Kamtibmas sudah mulai terasa. Artinya, mulai ada peningkatan. Ini tidak terlepas dari adanya PHK dan kurangnya lapangan pekerjaan,” ungkap AKBP Jansen pada saat mengadakan kunjungan kerja ke Desa Adat Legian, Kecamatan Kuta, Badung, pada Jumat (7/5) pagi. 

Untuk itu, mantan Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Papua Barat ini mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungannya agar aman dan tertib. “Saya mengajak masyarakat untuk mematuhi imbauan pemerintah sehingga masalah Covid-19 ini segera berakhir,” bebernya. 

Sementara dalam kunjungan ke Desa Adat Legian Kuta, diisi acara dialog antara krama desa adat. Pada kesempatan itu, AKBP Jansen berharap agar masyarakat tidak panik dan takut berlebihan. 

Sebaiknya, kata perwira asal Sumatera Utara itu, ada pun informasi terkait Covid-19 harus dipilah-pilah. Bagi yang membutuhkan informasi masalah Covid-19 sebaiknya berasal dari informasi dari Satgas, itu yang akurat. “Biar tidak bias bila ada informasi lain/hoax harus diluruskan biar tidak menjadi bias,” ungkapnya. 

Sementara itu, Ketua LPM Legian, Wayan Puspa Negara meminta kepada kepolisian untuk meningkatkan patroli. Diharapkan di tengah wabah ini kriminalitas bisa ditekan atau bila perlu tidak terjadi. “Soal keamanan, kami sangat tergantung kepada kepolisian dan berharap bisa zero kriminal. Kami berharap bantuan partisipatif dalam menjaga dan koordinasi dapat berjalan dengan baik,” harap Puspa Negara. 

Menanggapi permintaan dari Puspa Negara AKBP Jansen berjanji untuk memaksimalkan patroli sehingga apa yang diharapkan bersama dapat tercapai. Menurut AKBP Jansen berhasil dan tidaknya langkah-langkah dari kepolisian tidak semata-mata bisa dilakukan sendiri. Polisi membutuhkan informasi dan koordinasi dengan masyakarat. 

“Kepolisian memerlukan informasi dari masyarakat untuk mencegah kriminalitas dilingkungan kita. Patroli pasti akan terus berkesinambungan. Jangan ada ego di antara kita. Mari kita sama-sama menjaga lingkungan dan bertukar informasi,” pungkasnya. (hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Sudah 158 PMI Dipulangkan 

Jum Mei 8 , 2020
(Last Updated On: )NEGARA – fajarbali.com | Setelah 126 PMI (Pekerja Imigran Indonesia) Jembrana yang menjalani karantina tersebar beberapa hotel telah dipulangkan, kini kembali Pemkab Jembrana memulangkan PMI sebanyak 32 orang. Pemulangan sebanyak 32 PMI di Hotel Hapel Baluk Kecamatan Negara itu dilepas Wakil Bupati Jembrana, Made Kembang Hartawan yang […]

Berita Lainnya