Bantu Masyarakat Terdampak COVID-19, TP PKK Bali Siapkan 125 Ton Beras

(Last Updated On: )

DENPASAR – fajarbali.com | Tingginya angka penyebaran kasus Corona (Covid-19) di Bali membuat pemerintah Provinsi Bali terus mengingatkan masyarakat untuk patuh dan disiplin dalam mengikuti imbauan. Hingga saat ini Covid-19 masih memperlihatkan penyebarannya secara masif. Kepada masyarakat diminta selalu disiplin dan patuh dengan imbauan pemerintah untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 ini.

 

 

Selain itu, penanganan Covid-19 tidak hanya menjadi kewajiban pemerintah pusat maupun daerah saja. Sejumlah sektor usaha juga harus turut mendukung penanganan ini agar pandemi covid-19 segera berakhir.

 

Menurut Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny Putri Suastini Koster, saat ini ada beberapa kegiatan dari Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali dalam programnya yang tidak bisa dilakukan, maka dari itu anggarannya bisa dialihkan untuk penanganan Covid-19.

 

“Saat ini sekitar Rp 1,5 miliar tidak terpakai untuk kegiatan dapat dialihkan untuk penanganan Covid-19. PKK Bali sudah menyiapkan 125 ton beras. Kami sudah punya jadwal masyarakat desa mana yang menjadi skala prioritas dan akan membantu menyalurkan beras tersebut lewat satgas yang ada di desa,” ungkapnya baru-baru ini di Denpasar.

 

Didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ir. IB Wusnuardhana, Ny Putri Koster menyampaikan telah keliling untuk menggerakkan program Hatinya PKK ke seluruh kecamatan di Bali. “Kami membantu dengan anggaran dari provinsi dalam bentuk bibit. Kami juga banyak melihat halaman yang luas tapi tidak terurus. Itulah yang menjadi perhatian kami,” ujarnya.

 

Ke depannya, tambah Ny Putri Koster, pihaknya akan lebih gencar mengajak masyarakat agar memanfaatkan pekarangan rumahnya, baik yang memiliki pekarangan sempit maupun luas untuk menanam beberapa kebutuhan dapur seperti sayur-sayuran, cabai, kunyit, serai, dan berbagai macam bumbu-bumbu dapur lainnya. Selain itu, pekarangan rumah juga dapat dimanfaatkan untuk menanam bunga untuk dapat dimanfaatkan dalam pembuatan canang.

 

“Apabila para ibu rumah tangga serius dalam mengembangkan Hatinya PKK maka di saat musim pandemi Covid-19 ini tidak akan sulit mendapatkan bahan-bahan pokok untuk dapur. Dengan memanfaatkan pekarangan sendiri juga dapat menghemat pengeluaran. Paling tidak kita tidak membeli karena masyarakat Bali adalah masyarakat yang mandiri dan tidak tergantung dari daerah lainnya. Orang Bali harus mandiri dan manfaatkan pekarangan. Ketika situasi ini terjadi masyarakat kita yang sudah siap tidak akan mengeluh,” tegasnya.

 

Sementara itu, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, IB Wisnuardhana mengaku sangat mendukung program Hatinya PKK. Ia melihat 50 persen kebutuhan masyarakat adalah kebutuhan akan pangan. “Kalau bisa disiapkan sendiri tentu kebutuhan tersebut akan teratasi. Memanfaatkan lahan pekarangan dan bahu jalan juga cukup baik dalan memenuhi kebutuhan akan pangan ini,” ujarnya.

 

Saat ini dengan adanya Peraturan Gubernur terkait pemanfaatan pertanian lokal Bali, Wisnuardhana menyatakan pihaknya akan mengembangkan tanaman lokal di Bali. Masyarakat Bali diminta memprioritaskan produk petani lokal. Sebanyak 30-60 persen masyarakat telah memakai produk lokal.

 

Wisnuardhana menambahkan, untuk ketersediaan pangan di Bali sampai Desember 2020 mendatang masih mencukupi. “Untuk menjaga kestabilan harga pada masa pandemi Covid-19 serta menjelang hari raya Idul Fitri maka, kami telah membentuk tim satgas ketahanan pangan guna mengontrol pasokan dan harga kebutuhan pokok di lapangan,” ungkapnya.(dar).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Optimalkan Penanganan Pasien Covid-19, RSUP Sanglah dan RS PTN Unud Tambah Ruang Isolasi

Sel Apr 28 , 2020
(Last Updated On: )DENPASAR – fajarbali.com | Sesuai data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, pasien positif Covid-19 per Senin (27/4/2020) yang masih dalam perawatan berjumlah 108 orang. Dari jumlah itu, sebagian besar pasien berada di dua rumah sakit yakni RSUP Sanglah dan RS PTN Unud yang merupakan rumah sakit […]

Berita Lainnya