Banjir Rob Genangi Areal Parkir di Pantai Lebih, Takut Basah, Penikmat Kuliner Enggan Belanja

GIANYAR-fajarbali | Pasangnya air laut di pesisir Gianyar berdampak pada kegiatan perekonomian. Seperti halnya yang terjadi di Pantai Lebih yang mengalami banjir rob. Kondisi ini terjadi sejak Purnama, Kamis (18/4) lalu, air pasang sampai areal parker di Pantai Lebih. Bahkan beberapa warung kuliner di pantai itu ada yang tergenang air laut. Kondisi ini terjadi setiap air laut pasang, sehingga aktifitas kuliner di pantai itu terganggu.

Pantauan Senin (22/4) kemarin, areal parkir Pantai Lebih tergenang setinggi lutut orang dewasa. Padahal tanggul pantai tersebut setinggi 3 meter, namun ditembus juga oleh ombak. Warga disana menyebutkan semburan ombak ketika membentur tanggul bisa terlihat setinggi 10 meter. Kondisi ini membuat penikmat kuliner membatalkan niatnya, mengingat lahan parkir sangat terbatas. Warung makanan dan restoran disana nampak sepi pembeli.

Salah satu pedagang ikan laut, Ni Made Sri begitu hendak membuka warung, air laut sudah menggenangi areal parkir. “Pedagang ikan laut, ada yang buka warung ada juga yang tutup. Pembeli banyak yang batal belanja, karena parkirnya tidak nyaman dan tidak mau berbasah-basah masuk warung,” jelas Made Sri. Pembeli yang batal tersebut karena tidak ingin kendaraannya rusdak akibat terkena air garam. “Ya, kalau kendaraan terendam air garam, berselang 10 hari pasti rusak,” jelasnya.

Pedagang lain, Ni Nyoman Soka menjelaskan banjir Senin kemarin relative lebih kecil dibandiung yang terjadi saat Purnama. “Waktu air pasang Bulan Purnama lalu, airnya tinggi. Barang dagangan kami selamatkan, takut hanyut. Airnya sampai setinggi lutut orang dewasa,” tuturnya. Dikatakannya, air pasang hanya terjadi sampai pulul 14.00 Wita. Setelah itu kondisinya kembali normal. Walau demikian, genangan air tidak langsung surut, bahkan terkadang meninggalkan bau busuk menyengat. Namun, dengan dibuatkan drainase pembuangan, air laut lebih cepat surut. “

Menurut Soka, banjir roba ini biasanya hanya bertahan sempai pukul 14.00 Wita, setelah itu kondisi akan kembali normal. Sebab prajuru setempat telah membuat drainase pembuangan air laut. “Tidak sampai sehari full, palingan sampai jam 1 atau jam 2 siang. Karena kan sudah ada saluran pembuangan, itu dibuat oleh prajuru di sini,” ujarnya. (sar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Gianyar Ditetapkan Sebagai Kota Kerajinan Dunia, Predikat Kedua di Indonesia Setelah DIY

Sen Apr 22 , 2019
GIANYAR-fajarbali.com | President World Craft Council Asia Facific Region, Madam Ghada Hiijawi Quddumi dan Ketua Umum Dekranas Ibu Mufidah  Jusuf Kalla, menyerahkan Sertifikat World Craft City (WCC) kepada Kabupaten Gianyar diterima Wakil Bupati Gianyar, A.A Gde Mayun didampingi Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar, […]
BPD BALI