DENPASAR-fajarbali.com | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Interprofessional Education (KKN IPE) Poltekkes Kemenkes Denpasar melaksanakan penyuluhan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) yang dirangkaikan dengan Musyawarah Desa (Musdes) Desa Dauh Puri Klod, Kecamatan Denpasar Barat, Selasa (27/1) lalu, di Gedung Wanita Shanti Graha.
Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman aparatur desa dan masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan desa.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam forum musyawarah desa (musdes) sehingga diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, seluruh kepala dusun dan perangkat desa.
Mahasiswa KKN IPE memberikan penjelasan mengenai pengertian desa tangguh bencana, yaitu desa yang mampu mengenali potensi ancaman bencana, mengurangi risiko, serta siap bertindak apabila bencana terjadi.
Peserta juga diberikan pemahaman tentang peran pemerintah desa dan masyarakat dalam upaya pencegahan serta penanggulangan bencana secara bersama-sama.
Materi penyuluhan turut membahas langkah-langkah kesiapsiagaan yang dapat dilakukan pada tahap pra-bencana, saat bencana, dan pascabencana. Pada tahap pra-bencana, masyarakat diimbau untuk mengenali potensi risiko di lingkungan sekitar dan menyiapkan langkah antisipasi.
Saat bencana terjadi, masyarakat diharapkan dapat bertindak cepat dan saling membantu. Sementara itu, pada tahap pascabencana, upaya pemulihan kesehatan dan lingkungan menjadi perhatian utama.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program KKN IPE Poltekkes Kemenkes Denpasar Tahun 2026 yang mengusung tema “Generasi Muda Tangguh, Hidup Sehat Bebas Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular.”
Melalui tema tersebut, mahasiswa diharapkan mampu berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat ketangguhan desa terhadap berbagai risiko, termasuk bencana.
Perbekel Desa Dauh Puri Klod, Nengah Suartha, menyambut baik pelaksanaan penyuluhan DESTANA yang dilakukan dalam forum musyawarah desa.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan aparatur desa dan masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan bencana.
Menurutnya, pemahaman yang sama di antara seluruh unsur desa menjadi modal penting dalam membangun desa yang siap dan tangguh.
Ia berharap, penyuluhan ini dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan Desa Dauh Puri Klod sebagai desa yang lebih siap, sigap, dan responsif dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Dengan kesiapsiagaan yang baik, dampak yang ditimbulkan akibat bencana diharapkan dapat diminimalkan. Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa terus melaksanakan berbagai kegiatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat melalui kerja sama lintas profesi guna mendukung pembangunan kesehatan masyarakat dan ketangguhan desa secara berkelanjutan. (rel)









