DENPASAR-fajarbali.com | Perhelatan belanja tahunan, Bali Nusra Great Sale 2025, resmi ditutup dengan pencapaian gemilang yang melampaui target awal. Berlangsung selama lebih dari satu bulan, sejak 12 Desember 2025 hingga 15 Januari 2026, festival ini berhasil mencatatkan peningkatan kunjungan dan transaksi di pusat perbelanjaan Bali serta Nusa Tenggara hingga menembus angka di atas 100 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.
Ketua DPD APPBI Bali Nusra, Zen Zen Guisi Halmis, mengungkapkan bahwa kesuksesan ajang ini merupakan buah dari kolaborasi lintas sektor yang melibatkan ritel, pariwisata, hingga ekonomi kreatif. Dengan partisipasi 18 pusat perbelanjaan mencakup 16 mal di Bali dan dua di Nusa Tenggara. Program ini terbukti efektif menjadi pengungkit daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global.
Zen Zen menekankan bahwa dukungan penuh dari Bank BCA sebagai sponsor utama memainkan peran krusial dalam memfasilitasi kemudahan transaksi non-tunai selama festival berlangsung. “Digitalisasi pembayaran tidak hanya memberikan kenyamanan bagi pengunjung, tetapi juga berkontribusi langsung pada pertumbuhan penjualan penyewa (tenant) serta mempercepat perputaran ekonomi yang berdampak positif bagi tenaga kerja sektor ritel,” ujarnya, Jumat (16/1/2026).
Festival yang menawarkan potongan harga hingga 70 persen ini dirancang secara strategis sebagai daya tarik wisata belanja (shopping tourism). Selain promo diskon yang masif, penyelenggara juga menghadirkan berbagai program stimulasi seperti Grand Prize High Spender, Weekly Top Spender, hingga Red Friday Roadshow untuk menjaga antusiasme pengunjung tetap tinggi sepanjang periode pelaksanaan.
Keberhasilan acara ini juga tidak lepas dari integrasi produk lokal melalui sinergi dengan Dekranasda, HIPMI Bali, dan BINA Belanja. Dengan menjadikan mal sebagai ruang promosi bagi UMKM, Bali Nusra Great Sale berfungsi sebagai jembatan bagi produk-produk lokal untuk naik kelas dan bersaing di pasar modern, sebagaimana ditekankan oleh Asisten Administrasi Umum Pemprov Bali, I Wayan Serinah.
Secara nasional, Ketua DPP APPBI Alphonzus Widjaja menegaskan bahwa ajang ini merupakan bagian integral dari Indonesia Great Sale. Momentum kuartal IV (Oktober-Desember) menjadi periode krusial bagi industri ritel nasional untuk memaksimalkan performa tahunan, terutama sebagai upaya mengejar target penjualan sebelum tutup buku di akhir tahun.
Meskipun tahun 2025 diwarnai tantangan daya beli pada segmen menengah ke bawah akibat pengetatan anggaran, Alphonzus optimis industri ritel tetap mampu tumbuh positif. “Pertumbuhan industri ritel di tahun 2025 akan berada di kisaran angka di bawah 5 persen, didorong oleh lonjakan aktivitas belanja pada momen Natal dan Tahun Baru,” jelasnya.
Menatap tahun 2026, para pelaku industri mulai bersiap menghadapi momentum kuartal pertama yang diprediksi akan bergairah berkat kenaikan upah minimum serta rangkaian hari besar seperti Imlek, Ramadan, dan Idulfitri. Faktor-faktor ini diharapkan dapat menjadi pendorong konsumsi rumah tangga yang signifikan di awal tahun.
Namun, APPBI juga mengingatkan adanya tantangan besar berupa potensi low season yang panjang pada kuartal II dan III tahun 2026. Oleh karena itu, strategi inovatif dan rangkaian kegiatan menarik perlu terus disiapkan agar gairah belanja masyarakat tidak mengalami penurunan drastis setelah masa puncak perayaan berakhir.
Acara penutupan yang digelar di Living World Denpasar pada Jumat (16/1) menjadi momen apresiasi bagi para pelanggan setia. Penyerahan hadiah mewah mulai dari iPhone 17 hingga logam mulia kepada para pemenang Top Spender menandai berakhirnya Bali Nusra Great Sale 2025, sekaligus menjadi simbol optimisme bagi kebangkitan ekonomi kreatif dan ritel di masa depan. (M-001)










