Asap Tebal Terlihat di Puncak Gunung Agung

AMLAPURA-fajarbali.com | Asap berwarna kelabu tebal terlihat cukup jelas di puncak Gunung Agung dari kota Amlapura.  Meski abu terlihat cukup jelas, masyarakat masih dalam kondisi tetap tenang, tidak seperti saat status Gunung naik dari level waspada ke level awas 22 September lalu.

Sementara data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan, asap berwarna kelabu tersebut dikarenakan terjadinya letusan sekitar pukul 17.35 wita, Selasa (21/11/2017).

Salah seorang warga di Kecamatan Selat, Wayan Putra mengatakan, asap memang terlihat jelas dari kecamatan Selat. Namun, Putra mengatakan kalau warga Selat masih cukup tenang tidak seperti saat 22 September lalu. “Masyarakat masih tenang disini, memang asapnya terlihat jelas,” ujar warga asal Desa Duda ini.

Situasi berbeda terjadi di Dusun Tanah Ampo, Dusun Bhuana Kerta, dan Dusun Butus Desa Bhuana Giri. Masyarakat mengalami sedikit kepanikan. Masyarakarat kembali turun ke bawah. Ketut Mardika Kadus Nangka, mengaku kalau masyarakat Bhuana Kerta sudah turun ke bawah.

“Situasi panik, masyarakat yang dari atas mulai turun, ada yang mengaku sudah mencium bau belerang,” ujar Ketut Mardika.

Sedangkan, I Gede Langkir, warga Dusun Butus mengakui hal yang sama. Di Dusun Butus sendiri sebagian warga sudah turun dan kembali ke pengungsian. Langkir juga mengatakan, memang warga yang turun mengaku mencium bau belerang. “Mereka sudah turun,terutama warga yang berada di dekat dari kawah Gunung Agung. Kami juga himbau agar mereka tidak panic,” ujarnya.

Sedangkan data dari PVMBG, terjadi letusan sekitar pukul 17.05 wita, asap teramati bertekanan sedang dengan warna kelabu tebal dan dengan ketinggian maksimum sekitar 700 meter di atas puncak. Abu letusan bertiup lemah ke arah Timur-Tenggara. Letusan masih terus berlangsung. Masyarakat agar tetap tenang namun agar senantiasa mengikuti rekomendasi PVMBG dalam Status Level III (Siaga).

Masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius 6 km dari Kawah Puncak Gunung Agung dan ditambah perluasan sektoral ke arah Utara-Timur laut dan Tenggara-Selatan- Baratdaya sejauh 7.5 kilometer.

Zona Perkiraan bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual/terbaru. Daerah yang terdampak antara lain Dusun Br. Belong, Pucang, dan Pengalusan (Desa Ban); Dusun Br. Badeg Kelodan, Badeg Tengah, Badegdukuh, Telunbuana, Pura, Lebih dan Sogra (Desa Sebudi); Dusun Br. Kesimpar, Kidulingkreteg, Putung, Temukus, Besakih dan Jugul (Desa Besakih); Dusun Br. Bukitpaon dan Tanaharon (Desa Buana Giri); Dusun Br. Yehkori, Untalan, Galih dan Pesagi (Desa Jungutan) dan sebagian wilayah Desa Dukuh. (bud)

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kawasan Puspem Badung Dipercantik

Sel Nov 21 , 2017
Guna mempercantikan taman 26 patung baru seharga Rp 6,5 juta dipasang di kawasan Puspem Badung. Pemasangan patung sekaligus pot bunga tersebut dikerjakan Bagian Perlengkapan dan Perawatan (Perwat) Setda Badung.   Save as PDF

Berita Lainnya