https://www.traditionrolex.com/27 AA Gde Agung Ingin Wisman Berkualitas, Ini yang Disampaikan ke Senator Australia - FAJAR BALI
 

AA Gde Agung Ingin Wisman Berkualitas, Ini yang Disampaikan ke Senator Australia

(Last Updated On: 01/04/2023)

Senator AA Gde Agung menyerahkan kenang-kenangan berupa kain tenun endek khas Bali kepada Senator Australia di Gedung Senat Australia.

 

DENPASAR – fajarbali.com | Anggota DPD RI (Senator) AA Gde Agung mengunjungi Parlemen Australia bersama Anggota Panitia Urusan Rumah Tangga DPD RI yang dipimpin H. Sudirman, beberapa waktu lalu.

Rombongan Senator Indonesia itu diterima oleh Senator Louise Pratt, Chair of Committees, Senator the Hon Richard Colbeck, Deputy Chair of Committee, Senator the Hon James McGranth dan Senator Dean Smith di Gedung Senat Australia pada Senin (27/3/2023), lalu.

Diskusi antar-kedua lembaga negara berlangsung menarik dan dialogis. Adapun materi yang dibahas mengenai anggaran, kebijakan, tugas pokok dan fungsi Senator Australia.

Pada momentum itu, Senator AA Agung Gde Agung berkesempatan “curhat” soal karut-marut pariwisata Bali kekinian. “Saya sangat pilu melihat dunia pariwisata, khususnya Bali saat ini. Banyak wisatawan asing berulah,” keluh Bupati Badung 2005-2015 itu.

Ulah yang dimaksud, seperti tidak mematuhi aturan yang berlaku hingga tidak menghargai kebudyaan lokal Balo. Sehingga Senator asal Bali ini meminta Senator Australia memberikan masukan kepada warganya yang hendak berkunjung ke Bali. Wisatawan, menurutnya, harus patuh dan taat terhadap peraturan yang berlaku di Indonesia, khususnya Bali.

“Saya juga meminta agar diadakan penyaringan wisatawan yang akan bepergian keluar daerah, karena mereka membawa nama baik negaranya di daerah tujuan,” tegasnya.

Akibat ulah oknum bule-bule nakal itu, kata dia, pemerintah daerah dan pihak imigrasi telah mendeportasi yang bersangkutan. Indonesia, kata AA Agung Gde Agung, telah mempertimbangkan mencabut Visa on Arrival (VOA) untuk wisatawan yang akan berlibur ke Indonesia dan Bali khususnya.

Sebab VOA berpotensi menyebabkan banyak wisatawan yang datang tanpa membawa cukup uang. “Jika bekalnya habis, di situlah mereka berulah seperti menjadi pengemis, pencuri, menyewakan sepda motor bahkan naasnya lagi hingga menjual diri atau menjadi pekerja seks komersial,” katanya.

“Indonesia dan Bali membutuhkan wisatawan berkualitas, bukan murahan,” imbuhnya menegaskan.

Tiga Senator Negeri Kangguru itu menanggapi dengan nada kompak. Mereka mengaku telah menyampaikan kepada warganya yang akan berkunjung ke Indonesia agar menjaga nama baik negaranya. Karena bagaimana pun juga Ketika mereka berkunjung ke negara orang mereka merupakan cerminan dari negara mereka sendiri.

“Disamping itu kami juga sudah mengimbau agar wisatawan menaati peraturan yang berada di luar negeri apalagi Indonesia karena kita merupakan negara sahabat sejak dulu.  Dan, jarak Australia dengan Indonesia tidak begitu jauh bahkan sangat dekat,” jelas Senator Hon James.

Hon James mengenang saat dia berkunjung ke Bali tahun 1990-an. Kata dia, saat itu suasana Bali memang berbeda dengan sekarang.

“Kalau dulu orang datang ke Bali benar-benar bawa uang. Menikmati alam budaya dan adat Bali. Sangat berbeda situasinya sekarang. Kami sangat miris juga,” tutupnya. Senator AA Gde Agung menyerahkan kenang-kenangan berupa kain tenun endek khas Bali. (Gde)

 Save as PDF

Next Post

Main Keroyok, Dua Pemuda Diganjar 2 Tahun Penjara

Ming Apr 2 , 2023
“Menghukum kedua terdakwa dengan pidana penjara masing-masing 2 tahun dikurangi selama terdakwa dalam tahanan,”
ilustrasi putusan hakim

Berita Lainnya