DENPASAR-fajarbali.com | Kondisi sejumlah SPBU di Kota Denpasar kini mulai terpantau normal, dibandingkan dengan beberapa hari kemarin yang memperlihatkan antrean warga hendak membeli bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Denpasar terus mengular.
Pantauan sejak Minggu hingga Senin mulai terpantau landai. Hal itu dikarenakan setelah penerapan sistem ganjil-genap oleh Pemerintah Provinsi Bali bersama Pertamina. Di tengah situasi tersebut, layanan transportasi massal, khususnya Trans Metro Dewata, mendapat perhatian karena tingkat keterisiannya meningkat saat antrean BBM terjadi.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Senin (19/10/2026), mengatakan, dari laporan yang diterimanya, terjadi peningkatan jumlah penumpang Trans Metro Dewata. Hal ini menjadi gambaran dan menunjukkan transportasi massal dapat menjadi alternatif penting ketika masyarakat kesulitan mendapatkan BBM.
Arya Wibawa menilai, kondisi ini sekaligus menjadi momentum bagi pemerintah untuk mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. “Trans Metro Dewata tingkat keterisiannya cukup tinggi saat terjadi antrean BBM. Ini akan kami kaji dan evaluasi sehingga dapat dimaksimalkan,” ujar Arya Wibawa, sembari menyebut, layanan transportasi massal perlu diperkuat agar mampu menampung lebih banyak penumpang, terutama ketika terjadi gangguan pasokan atau pembatasan penggunaan kendaraan pribadi.
Pemkot Denpasar akan mengkaji/mengevaluasi berbagai aspek layanan Trans Metro Dewata, mulai dari kapasitas, frekuensi perjalanan, rute, hingga konektivitas antarkawasan. Evaluasi tersebut dinilai penting agar angkutan umum tidak hanya menjadi pilihan saat krisis BBM, tetapi juga menjadi moda transportasi utama masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.










