TABANAN-fajarbali.com | Para raja, sultan, serta perwakilan institusi adat dari berbagai wilayah di Indonesia berkumpul di Nuanu Creative City pada 8 Oktober 2026. Pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan mereka selama berada di Bali, yang mencakup lingkungan kerajaan di Klungkung, Ubud, Peliatan, Blahbatuh, dan Kerambitan, serta Pura Besakih di Karangasem.
Kunjungan tersebut diselenggarakan melalui Silaturahmi Nasional Raja Sultan Nusantara Indonesia (SILATNAS), jaringan nasional yang sejak 2008 menghubungkan lebih dari 200 raja, sultan, datu, dan penglingsir dari kerajaan, kesultanan, kedatuan, serta puri di berbagai wilayah Indonesia. Kegiatan SILATNAS berlandaskan semangat silaturahmi melalui kunjungan, pertukaran, dan dialog secara berkelanjutan. Semangat ini penting bagi keluarga-keluarga kerajaan dengan latar sejarah yang beragam, yang kini berbagi peran dalam menjaga adat, upacara, dan warisan budaya di komunitas masing-masing.
Delegasi dipimpin oleh Raja Samu Samu VI, YM. Upu Latu M.L. Benny Ahmad Samu Samu dari Maluku. Di Bali, delegasi turut diterima oleh Penglingsir Puri Anyar Kerambitan, A.A. Ngurah Bagus Erawan. Turut bergabung pula tamu dari kalangan bangsawan internasional, yaitu Pangeran Rex William Sumner dari Inggris dan Bangsawan Rumania, Dumitrescu Aurel.
Saat ini, Indonesia masih menjadi rumah bagi lebih dari 200 kerajaan, keraton dan kesultanan. Meskipun sebagian besar tidak lagi menjalankan kekuasaan politik sebagaimana pada masa kerajaan, banyak diantaranya tetap berperan sebagai penjaga hukum adat, ritual, pusaka kerajaan, serta kesenian di wilayah masing-masing. Pertemuan yang mempertemukan berbagai keluarga kerajaan lintas pulau menjadi ruang penting untuk menjaga hubungan dan pertukaran di antara mereka.










