11 Tahun Bali Tourism Awards, Apresiasi 38 Pelaku Industri dan Pemimpin Parawisata

2026-09-15-at-08.59.57
Bali Tourism Awards 2026 apresiasi 38 pelaku industri dan pemimpin parawisata.

DENPASAR-fajarbali.com | Memasuki tahun ke-11 penyelenggaraannya, Bali Tourism Awards (BTA) 2026 kembali digelar sebagai bentuk apresiasi tertinggi bagi para pelaku industri pariwisata. Ajang ini memberikan penghargaan kepada individu, pemimpin hospitalitas, hotel, resort, villa, hingga institusi yang secara konsisten menunjukkan dedikasi, inovasi, dan kontribusi nyata bagi perkembangan pariwisata di Pulau Dewata.

Penyelenggaraan tahun ke-11 ini mengambil tempat di Bali Beach Convention Center, The Sanur Special Economic Zone for Health & Wellness. Pemilihan lokasi ini sangat strategis karena merepresentasikan arah baru pariwisata Bali yang semakin terintegrasi dengan sektor kesehatan, wellness, serta industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).

Mengusung tema “Eleven Years of Excellence, Inspiring the Future”, ajang ini bukan sekadar perayaan rutin tahunan. Momentum 11 tahun perjalanan BTA dimanfaatkan untuk merefleksikan pencapaian standar pelayanan terbaik sekaligus memantik inspirasi demi membangun ekosistem pariwisata Bali yang lebih berkualitas, adaptif, dan berkelanjutan di masa depan.

Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia menganugerahkan total 38 penghargaan yang terbagi ke dalam tiga kelompok utama. Sektor tersebut mencakup 13 penghargaan untuk kategori personal & hospitality leaders, 14 penghargaan kategori hotel, resort & villa, serta 11 penghargaan bagi company & institution yang dinilai berprestasi.

Penghargaan kategori personal merangkul berbagai ranah strategis, mulai dari wisata religi, budaya, olahraga, tata kelola, keamanan, kepemimpinan perempuan, hingga pendidikan hospitalitas. Sejumlah tokoh nasional dan daerah tampak menerima apresiasi, di antaranya Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., Dr. Wayan Koster, M.M., I Kadek Agus Arya Wibawa, S.E., M.M., Dr. Christine Hutabarat, S.S., M.M., serta beberapa Bendesa Adat Bali.

Gubernur Bali, Wayan Koster menegaskan pentingnya menjaga identitas dan kelestarian lingkungan di tengah pertumbuhan industri. “Pariwisata Bali ke depan harus terus bergerak menuju pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Kemajuan industri pariwisata tidak hanya dilihat dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari bagaimana kita menjaga budaya Bali, meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat ekonomi masyarakat, serta memastikan Bali tetap menjadi destinasi dunia yang memiliki karakter dan nilai luhur,” ujarnya.

BACA JUGA:  Libur Sekolah Tiba, The Cakra Hotel Hadirkan Paket Liburan Keluarga yang Tenang di Kota Denpasar

Selain jajaran akomodasi seperti hotel dan villa, BTA 2026 turut memberikan perhatian pada sektor pendukung. Apresiasi diberikan kepada industri penerbangan melalui Bali Leading Airline of The Year, serta sektor pendukung lain mencakup attraction, kuliner, teknologi kreatif, jasa konstruksi, hingga lembaga pendidikan pariwisata.

Dukungan terhadap kolaborasi lintas sektor juga disuarakan oleh Sandiaga Salahuddin Uno selaku Board of Advisor Bali Tourism Awards.

“Pariwisata Indonesia memiliki potensi yang luar biasa, namun tantangan ke depan membutuhkan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, industri, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat. Bali telah menjadi benchmark pariwisata dunia. Melalui apresiasi seperti Bali Tourism Awards, kita mendorong para pelaku industri untuk terus meningkatkan kualitas, menciptakan inovasi baru, dan menghadirkan pariwisata yang memberikan dampak ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan budaya dan lingkungan,” ungkap Sandiaga Uno.

Dari sudut pandang akademis, kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dinilai menjadi fondasi paling krusial. Head of Program MM International BINUS Business School, Dr. Dewi Tamara, MM., MS., menyoroti peran penting pendidikan dalam menyiapkan pemimpin industri masa depan.

“Transformasi industri pariwisata membutuhkan sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan memiliki kemampuan untuk menghadapi perubahan global. Pendidikan memiliki peran penting dalam mempersiapkan pemimpin masa depan yang mampu menggabungkan hospitality excellence, teknologi, kreativitas, dan keberlanjutan. Kolaborasi antara industri dan pendidikan menjadi kunci agar pariwisata Indonesia, khususnya Bali, tidak hanya unggul saat ini tetapi juga memiliki daya saing yang kuat untuk masa depan,” jelas Dewi Tamara.

Sementara itu, President ITTA Foundation, Panca R. Sarungu, SE., MMSI, CTE, mengingatkan bahwa piala yang diterima para pemenang membawa beban tanggung jawab moral untuk kemajuan bersama.

BACA JUGA:  ITDC Raih Dua Penghargaan Bergengsi pada Malam Anugerah Tri Hita Karana (THK) Tourism Awards 2026

“Eleven Years of Excellence bukan hanya tentang sebelas tahun perjalanan Bali Tourism Awards, tetapi tentang bagaimana kita terus menjaga standar excellence dan menjadikannya inspirasi untuk masa depan. Kami berharap Bali Tourism Awards tidak berhenti pada seremoni penghargaan. Penghargaan ini harus menjadi tanggung jawab baru untuk terus berkembang, berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat SDM, dan membangun pariwisata Bali yang semakin berkelanjutan,” pungkas Panca R. Sarungu. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top