Inovasi Edukasi PHBS melalui Buku Saku Sehat, Tingkatkan Literasi dan Perilaku Hidup Sehat Murid SDN 4 Sakti, Nusa Penida

IMG-20260821-WA0003
“Inovasi Edukasi PHBS Melalui Buku Saku Sehat sebagai Upaya Meningkatkan Perilaku Hidup Sehat dan Literasi Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Sakti, Nusa Penida, Klungkung, Kamis (20/8/2026). [foto: dok]

*Para murid mendapatkan penyuluhan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang disampaikan secara edukatif dan disesuaikan dengan karakteristik serta tingkat pemahaman anak sekolah dasar.

*endekatan edukasi kesehatan yang dikemas secara sederhana, visual, dan menyenangkan dapat membantu meningkatkan perhatian serta keterlibatan anak dalam memahami PHBS.

 

SEMARAPURA-fajarbali.com | Jurusan Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Poltekkes Kemenkes Denpasar kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Inovasi Edukasi PHBS Melalui Buku Saku Sehat sebagai Upaya Meningkatkan Perilaku Hidup Sehat dan Literasi Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Sakti, Nusa Penida, Klungkung.

Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026, bertempat di ruang kelas SD Negeri 4 Sakti, Nusa Penida, mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai. Kegiatan diikuti oleh siswa kelas III, IV, V, dan VI dengan suasana yang penuh antusias dan interaktif.

Kegiatan pengabdian ini dipimpin oleh Dr. I Wayan Karta, M.Si. sebagai pengabdi utama, bersama anggota tim Burhannuddin, S.Si., M.Biomed. dan I Gusti Ngurah Dwija Putra, ST.

Wayan Karta menjelaskan, para murid mendapatkan penyuluhan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang disampaikan secara edukatif dan disesuaikan dengan karakteristik serta tingkat pemahaman anak sekolah dasar.

"Materi diarahkan pada pembentukan kebiasaan sehat dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mencuci tangan dengan benar, mengonsumsi makanan sehat, minum air putih yang cukup, aktif bergerak, menjaga kesehatan gigi, serta membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat," jelas Wayan Karta, di sela kegiatan.

Salah satu inovasi dalam kegiatan ini adalah pemanfaatan Buku Saku Sehat sebagai media edukasi. Buku tersebut dirancang dengan bahasa sederhana, visual yang menarik, serta pesan-pesan praktis sehingga siswa dapat membaca, memahami, dan menerapkan kebiasaan sehat secara mandiri di rumah maupun di sekolah.

BACA JUGA:  Peserta Tryout di SMP Nasional Meningkat 20 Persen, Tahun ini Total 1.032 Murid SD se-Kota Denpasar

Selain memperoleh buku saku, lanjut Wayan Karta, para siswa juga mendapatkan tumbler air minum sebagai sarana pendukung pembentukan kebiasaan minum air putih dan pengurangan penggunaan wadah minuman sekali pakai.

Pemberian tumbler diharapkan tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi pengingat bagi siswa untuk membangun kebiasaan hidup sehat dalam keseharian.

Antusiasme murid terlihat selama kegiatan berlangsung. Para siswa aktif mengikuti penyuluhan, memperhatikan materi, serta menunjukkan ketertarikan terhadap Buku Saku Sehat dan berbagai pesan kesehatan yang diberikan.

Interaksi yang berlangsung menunjukkan bahwa pendekatan edukasi kesehatan yang dikemas secara sederhana, visual, dan menyenangkan dapat membantu meningkatkan perhatian serta keterlibatan anak dalam memahami PHBS.

Melalui kegiatan ini, tim pengabdi berharap edukasi PHBS tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi dapat berkembang menjadi kebiasaan hidup sehat yang diterapkan secara berkelanjutan oleh siswa, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Pihak sekolah menyampaikan harapan agar Poltekkes Kemenkes Denpasar dapat terus melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SD Negeri 4 Sakti, khususnya kegiatan yang mendukung peningkatan kualitas kesehatan anak melalui pendekatan edukatif dan preventif.

Menurut pengabdi, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat melalui penguatan literasi kesehatan sejak usia sekolah.

Dengan membangun pengetahuan dan kebiasaan sehat sejak dini, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, aktif, mandiri, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap kesehatan diri dan lingkungan.

"Poltekkes Kemenkes Denpasar bersama membangun generasi sehat melalui edukasi dan pencegahan sejak dini," pungkas Wayan Karta. [gde]

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top