Garap Pasar MICE Internasional, BaliCEB Perkuat Posisi Bali di IBEM 2026

BaliCEB-dorong-konversi-potensi-bisnis-MICE-di-IBEM-2026
BaliCEB dorong konversi potensi bisnis MICE di IBEM 2026. (BaliCEB)

DENPASAR-fajarbali.com | Bali Convention & Exhibition Bureau (BaliCEB) secara resmi berpartisipasi sebagai exhibitor dalam ajang Indonesia Business Event Mart (IBEM) 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Keikutsertaan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas jejaring pasar sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai destinasi business events berdaya saing tinggi di kawasan Asia Pasifik.

IBEM 2026 merupakan platform business-to-business (B2B) yang mempertemukan destinasi, venue, pelaku perjalanan insentif, penyelenggara acara, asosiasi, hingga pembeli internasional. Melalui serangkaian kegiatan business matching, pameran, networking, dan sesi edukasi, forum perdana yang diselenggarakan berkolaborasi dengan Southeast Asia Business Events Forum (SEABEF) ini membuka ruang bagi industri MICE Indonesia untuk membangun hubungan bisnis yang terarah dan berjangka panjang.

Selama berlangsungnya IBEM 2026, tim BaliCEB secara intensif melakukan pertemuan dengan para hosted buyers yang terdiri atas event planner, incentive house, destination specialist, dan tour operator. Para pembeli tersebut berasal dari 13 negara strategis, di antaranya Amerika Serikat, Australia, China, India, Italia, Jerman, Jordania, Kanada, Kenya, Polandia, Rusia, Uni Emirat Arab, dan Inggris. Setiap sesi pertemuan dimanfaatkan untuk memaparkan kesiapan Bali dalam mengelola konferensi internasional, incentive travel, pertemuan korporasi, hingga pameran skala global.

Ketua Bali Convention & Exhibition Bureau, Dr. Ketut Jaman, menegaskan pentingnya pergeseran citra Bali di mata pelaku industri events dunia. "Bali tidak cukup hanya dikenal sebagai tempat yang indah. Bali harus hadir sebagai mitra penyelenggaraan event yang profesional, kreatif, berkelanjutan, dan mampu memberikan pengalaman yang tidak dapat ditemukan di destinasi lain," ujarnya.

Lebih lanjut, Ketut Jaman menekankan bahwa kunci keberhasilan dari partisipasi ini terletak pada konsistensi tindak lanjut pasca-pameran. Kualitas buyer yang hadir memberikan peluang besar, namun nilai utamanya baru tercipta jika setiap prospek dikawal hingga menjadi proposal, site inspection, bidding, dan berujung pada pelaksanaan event secara nyata di Bali.

BACA JUGA:  Turis Tiongkok Batal ke Bali, Hotel mesti Garap Domestik

"IBEM memberi Bali akses langsung kepada para pengambil keputusan. Tantangan kita selanjutnya adalah mengubah pertemuan menjadi kepercayaan, kepercayaan menjadi kontrak, dan kontrak menjadi event berkualitas yang memberi manfaat bagi hotel, venue, PCO, DMC, UMKM, pekerja kreatif, komunitas lokal, dan masyarakat Bali," jelas Ketut Jaman.

Sebagai langkah konkret ke depan, BaliCEB mengusung agenda bersama bagi ekosistem MICE Bali. Agenda ini mencakup sinergi pemasaran satu narasi antar pemangku kepentingan, pengawalan prospek bisnis hingga terkonversi, penjualan nilai keunggulan budaya serta pengalaman autentik Bali, hingga pemastian agar dampak ekonomi dari business events dapat tersebar luas serta merata bagi UMKM dan masyarakat lokal. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top