Mahasiswa Diundang DPRD Sampaikan Aspirasi

mhsw
DPRD Kabupaten Buleleng saat menerima mahasiswa Cipayung Plus

BULELENG-fajarbali.com | Setelah puluhan para mahasiswa yang mengatas namakan Cipayung Plus Singaraja dalam melakukan aksi damai di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Buleleng beberapa hari kemarin saat para wakil rakyat Buleleng tidak ada di tempat, kini para mahasiswa tersebut diundang para anggota DPRD Buleleng guna menyampaikan aspirasinya di ruang rapat gabungan komisi DPRD Buleleng, Jumat (3/7/2026) pagi.

Pertemuan yang berlangsung dinamis dan konstruktif ini digelar di Ruang Gabungan Komisi Gedung Dewan, dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya, didampingi jajaran pimpinan serta anggota dewan lintas fraksi. Audiensi ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi damai yang diajukan sebelumnya oleh mahasiswa guna menyuarakan sejumlah isu krusial nasional maupun daerah.

Dari dialog yang dilakukan dimana para mahasiswa menyoroti beberapa program yang dinilai masih sangat timpang. Seperti halnya terkait Program Makan Bergizi (MBG), Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih yang dinilai masih banyak dilakukan pembenahan baik dilihat dari system kerja, maupun Sumber Daya Manusia (SDM).

“Dari pengamatan kami banyak sekali program yang seharusnya dilakukan pembenahan serta pelatihan terlebih dulu bukan hasal jadi kerja seperti halnya program Makan Bergizi Geratis (MBG) serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Bila kita amati masih banyak kekurangan baik dari system kerja serta SDM yang masih rendah karena semua karyawan yang diterima atau diperkerjakan tanpa melalui proses seleksi yang betul-betul guna mendapatkan SDM yang berkwalitas. Hal itu dinilai agar segera dilakukan evalusi,”jelasnya.

Selain itu, mahasiswa meminta penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan lingkungan hidup. Mereka juga menyuarakan penolakan terhadap revisi Undang-Undang TNI dan Undang-Undang Polri, mendesak distribusi BBM subsidi tepat sasaran, serta meminta pemerintah menghentikan tindakan yang dinilai membatasi ruang sipil.

BACA JUGA:  Mengabdi Untuk Negara, FSO Cinta Natomas Jaga Ketahanan Energi

Banyak hal yang seharusnya dikerjakan oleh pemerintah daerah utamanya yang nantinya bisa dinikmati masyarakat luas seperti perbaikan terhadap jalan yang masih timpang tindih antara daerah yang ada di Kabupaten Buleleng.

“Di tingkat daerah, kami menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai belum mendapat perhatian maksimal. Kondisi jalan rusak di sejumlah desa menjadi salah satu isu yang paling banyak mendapat sorotan dalam audiensi tersebut. Kami mangharapkan Pembangunan yang ada di Bali agar tidak tumpeng tindih antara daerah satu dengan yang lainnya namun kenyataan yang ada di Kabupaten Buleleng kenapa Pembangunan hanya ada di dalam kota sedangkan banyak jalan-jalan rusak di beberapa desa dibiarkan begitu saja,”ucap lantang mahasiswa dengan suara lantang.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kepedulian dan pergerakan kritis yang ditunjukkan oleh para mahasiswa demi kemajuan masyarakat Buleleng dan Indonesia secara umum. Beliau juga secara terbuka menyampaikan permohonan maaf terkait ketidaknyamanan pada aksi orasi mahasiswa sebelumnya di gedung dewan yang belum sempat tersambut langsung oleh pimpinan.

“Kami sampaikan mohon maaf yang sebesar-besarnya, bukan karena kami di pimpinan atau anggota dewan tidak mau menerima. Namun, pada saat bersamaan bertepatan dengan adanya kegiatan persembahyangan keagamaan kami di kawasan Pura yang berada di areal gedung dewan . Selain itu, secara regulasi administratif, surat pemberitahuan belum sempat masuk sehingga kami di DPRD tidak mengetahui jadwal tersebut secara pasti,”urai Ngurah Arya meluruskan.

Bahkan dalam tanggapannya Arya mengajak semua mahasiswa berfikir tentang persoalan yang terjadi di dearah bukan di tingkat Nasional. Dimana pembahasan daerah dirinya mengakui sangat memerlukan pemikiran-pemikiran guna melakukan pembenahan serta Pembangunan yang ada di daerah.

BACA JUGA:  Inspektorat Buleleng Gelar Entry Meeting Evaluasi Perencanaan

“Menurut Kami dimana isu Nasional itu sangat penting namun hal itu merupakan kewenangan dari pemerintah pusat dalam menyampaikan masukan atau pendapat harus melalui mekanisme yang jelas. Namun kami sebagai wakil rakyat para mahasiswa diharapkan mampu memberikan pemikiran dalam Pembangunan daerah baik persoalan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, lingkungan, hingga pelayanan publik di daerah dimana nantinya dapat dikawal dan didiskusikan secara langsung bersama DPRD dan pemerintah daerah,”ucap Arya.

Ngurah Arya menilai sektor pendidikan, kesehatan dan infrastruktur merupakan tiga bidang yang saat ini perlu mendapat perhatian serius karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan yang disampaikan mahasiswa, terutama yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

“Mari kita bekerja sama dalam memberikan masukan fikiran dalam Pembangunan di daerah baik terkait Pendidikan, Kesehatan dan imprastruktur yang dinilai memerlukan pemikiran bersama sehingga semua Pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah semakin merata dan terarah serta tepat sasaran,”pinta Arya.

Menjadi pondasi utama indeks pembangunan manusia di Buleleng yang harus terus dikawal penganggaran dan efektivitas programnya di lapangan, serta mengakomodasi percepatan pembangunan fasilitas publik guna menunjang roda perekonomian daerah.

“Kita tidak mengabaikan isu nasional, tetapi untuk isu nasional nanti saya akan berikan waktu dan ruang khusus di ruangan pimpinan. Hari ini, mari kita berbicara tentang diskusi Buleleng. Apa yang harus kita lakukan? Kami di lembaga dewan dan kalian semua sebagai pemikir-pemikir muda harus bisa memberikan jalan keluar. Kita bukan sekadar menuntut, tetapi lebih penting memberikan solusi dan menjawab kegelisahan kita bersama,”tegas Ketua DPRD.

Di akhir sesi pembuka, pimpinan dewan menegaskan komitmennya untuk membedah seluruh poin aspirasi mahasiswa secara kolektif kolegial bersama anggota dewan yang hadir. DPRD Buleleng berjanji, apabila ada poin-poin krusial yang belum bisa terjawab secara instan, hal tersebut dipastikan akan menjadi pekerjaan rumah prioritas legislatif untuk dikoordinasikan bersama pihak eksekutif. @gus

BACA JUGA:  TPID Buleleng Tinjau Pasar Hari Pertama Jam Oprasional, Harga Satabil

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top