Poltekkes Kemenkes Denpasar Latih Penderita Hipertensi di Lodtunduh Lakukan Akupresur Mandiri untuk Kendalikan Tekanan Darah

IMG-20260624-WA0034
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Denpasar melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. IST

GIANYAR-fajarbali.com | Hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Kabupaten Gianyar. Dalam beberapa tahun terakhir, prevalensi hipertensi menunjukkan tren peningkatan sehingga menempatkan penyakit ini pada urutan pertama dari sepuluh penyakit terbanyak di Kabupaten Gianyar.

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan, namun dapat dikendalikan melalui pengelolaan yang tepat.

Pengendalian tekanan darah sangat penting untuk mencegah berbagai komplikasi serius, seperti penyakit jantung, stroke, dan gangguan ginjal. Hingga saat ini, diperkirakan hanya sekitar 21 persen penderita hipertensi yang memiliki tekanan darah terkontrol dengan baik.

Kondisi tersebut juga ditemukan di Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Upaya pengendalian tekanan darah dapat dilakukan melalui kombinasi terapi farmakologis, terapi nonfarmakologis, dan penerapan gaya hidup sehat secara berkelanjutan. Salah satu terapi komplementer yang terbukti efektif adalah akupresur mandiri pada titik Taichong.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa akupresur mandiri pada titik Taichong mampu menurunkan tekanan darah secara signifikan pada penderita hipertensi. Penelitian tersebut menemukan penurunan tekanan darah sistolik sebesar 13,89 ± 5,46 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 11,05 ± 6,32 mmHg.

Pelaksanaan akupresur mandiri dilakukan dalam posisi duduk dengan kaki ditekuk. Titik Taichong terletak di antara tulang metatarsal pertama dan kedua. Area yang akan ditekan terlebih dahulu diolesi minyak kelapa murni, kemudian dilakukan penekanan menggunakan stik selama lima detik dan dilepaskan selama satu detik. Langkah tersebut diulangi hingga 30 kali.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Denpasar melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar.

Kegiatan yang diketuai oleh I Wayan Sukawana dengan anggota tim I Made Sukarja, I Made Mertha, Ni Made Juniari, serta sejumlah mahasiswa tersebut berlangsung pada Rabu (24/6/2026) di Wantilan Jaba Pura Puseh Desa Adat Mawang, Desa Lodtunduh, Ubud, Gianyar.

BACA JUGA:   Cepat Lambatnya Pandemi Berakhir Tergantung dari Disiplin Masyarakat 

I Wayan Sukawana menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan meliputi pemeriksaan tekanan darah, penyuluhan mengenai hipertensi, pelatihan, serta pendampingan penderita hipertensi dalam melakukan akupresur mandiri pada titik Taichong. Kegiatan ini juga melibatkan tim Puskesmas Ubud dan pakar akupresur.

Sebanyak 93 warga mengikuti pemeriksaan kesehatan dan tekanan darah dalam kegiatan tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 38 orang teridentifikasi mengalami hipertensi.

"Temuan ini menunjukkan bahwa hipertensi masih menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius melalui upaya deteksi dini, pengobatan yang teratur, dan pengendalian tekanan darah secara berkelanjutan," kata Sukawana di sela kegiatan.

Seluruh peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari pemeriksaan kesehatan, penyuluhan, hingga praktik akupresur mandiri. Peserta juga diberikan kesempatan untuk berkonsultasi mengenai pengelolaan hipertensi dan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga tekanan darah tetap terkendali.

Keberhasilan pengendalian hipertensi sangat bergantung pada kepatuhan penderita dalam menjalani pengobatan dan menerapkan pola hidup sehat. Masyarakat diimbau untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mengurangi asupan garam, berolahraga secara teratur, menjaga berat badan ideal, berhenti merokok, mengelola stres, beristirahat yang cukup, serta melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin.

Selain itu, pemanfaatan terapi komplementer seperti akupresur dapat menjadi salah satu alternatif pendamping terapi medis dalam membantu mengendalikan tekanan darah.

Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan ini diharapkan dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup penderita hipertensi. [rel]

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top