DENPASAR-fajarbali.com | Perum BULOG kembali memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup di Pulau Dewata. Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk "Bulog Peduli Hijauan Konservasi Pesisir Pantai", BULOG menanam sebanyak 1.050 bibit mangrove di kawasan Arboretum Mangrove Benoa, Kelurahan Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan, pada Senin (22/6). Langkah ini menjadi bagian nyata dari kontribusi perusahaan dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 14, khususnya pada sektor pelestarian ekosistem lautan.
Aksi lingkungan ini sengaja difokuskan untuk merehabilitasi kawasan pesisir agar menjadi ekosistem yang lebih tangguh, produktif, dan berkelanjutan dari ancaman abrasi. Dalam pelaksanaannya, BULOG tidak bergerak sendiri melainkan menggandeng Sahabat Mangrove Ranger Indonesia. Komunitas lokal tersebut dikenal aktif melakukan pengawasan, pendampingan masyarakat, serta peningkatan kesadaran warga Bali terhadap pentingnya menjaga keseimbangan ekologi laut.
Penanaman ribuan bibit baru ini dipimpin langsung oleh jajaran direksi dan manajemen wilayah. Hadir di lokasi Direktur SDM dan Transformasi Perum BULOG, Ade Prastya Nurdin, serta Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kantor Wilayah Bali, Simon Melkisedek Lakapu. Kehadiran mereka bersama para pemangku kepentingan (stakeholders) lokal mencerminkan kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam menyelamatkan ruang terbuka hijau di wilayah pesisir Bali.
Program tahun 2026 ini merupakan kelanjutan dari proyek jangka panjang yang telah dirintis BULOG secara berkesinambungan. Sebagai catatan, pada tahun 2024 lalu, BULOG juga telah menanam 570 bibit mangrove di lokasi yang sama. Dengan tambahan seribu lebih bibit baru tahun ini, total densitas atau kerapatan hutan mangrove di kawasan Benoa diharapkan meningkat tajam guna memberikan dampak ekologis langsung bagi warga sekitar.
Direktur SDM dan Transformasi Perum BULOG, Ade Prastya Nurdin, menegaskan bahwa upaya pemulihan lingkungan pesisir memiliki korelasi yang sangat kuat dengan ketahanan pangan nasional. Menurutnya, alam yang rusak pada akhirnya akan mengganggu suplai dan jalur logistik pangan di berbagai daerah.
“Perum BULOG memegang amanah untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan pokok bagi masyarakat Indonesia. Amanah tersebut berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, karena ketahanan pangan pada dasarnya sangat bergantung pada ekosistem yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Ade Prastya Nurdin dalam sambutannya.
Selain menyasar kawasan Arboretum Mangrove Benoa di Bali, BULOG mengonfirmasi bahwa program penghijauan serupa tengah dijalankan secara masif di berbagai wilayah strategis lain di Indonesia. Wilayah pesisir menjadi prioritas utama karena fungsinya yang vital sebagai benteng pertahanan alami dari perubahan iklim global. Pihak manajemen menekankan pentingnya fase pasca-penanaman, di mana perawatan dan pemantauan bibit akan dipantau secara berkala agar persentase tumbuh (survival rate) mangrove berada di angka maksimal.
Menutup kegiatan tersebut, Ade Prastya Nurdin kembali mengingatkan bahwa kelangsungan ekosistem pesisir bukanlah tugas satu instansi saja, melainkan tanggung jawab kolektif. BULOG optimistis bahwa model kerja sama yang melibatkan korporasi, komunitas, dan pemerintah daerah seperti ini dapat ditiru oleh wilayah lain demi masa depan alam Indonesia.
“Pelestarian ekosistem pesisir merupakan tanggung jawab bersama. Melalui sinergi yang kuat, kami optimistis berbagai upaya rehabilitasi lingkungan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan keberlanjutan sumber daya alam Indonesia,” tutupnya. (M-001)










