Jatiluwih Sabet Penghargaan Asian Tourism & Hospitality Awards 2025–2026 di Malaysia

1000632124
DTW Jatiluwih raih penghargaan internasional Asian Tourism & Hospitality Awards 2025–2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.
KUALA LUMPUR-fajarbali.com | Platform media digital pariwisata terkemuka, TIN Media, sukses menggelar malam penghargaan bergengsi Asian Tourism & Hospitality Awards 2025–2026 di Kuala Lumpur, Malaysia. Ajang berskala regional ini didedikasikan khusus untuk mengapresiasi pencapaian luar biasa dalam industri pariwisata dan perhotelan di sembilan negara Asia, termasuk Indonesia.
 
Dalam malam penganugerahan regional tersebut, Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih sukses mengukir prestasi gemilang dengan kembali membawa pulang penghargaan internasional. Pencapaian ini memperpanjang deretan apresiasi dunia terhadap komitmen destinasi asal Bali tersebut dalam menjaga kelestarian alam dan warisan budaya secara konsisten.
 
​Menanggapi kemenangan besar ini, Manager Operasional DTW Jatiluwih, John Ketut Purna, menyampaikan rasa bangga sekaligus apresiasi mendalam kepada seluruh ekosistem pariwisata. Menurutnya, penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras komunitas lokal yang menjadi fondasi utama pertahanan dan keberlanjutan destinasi Jatiluwih.
 
​"Kehadiran ajang berskala regional seperti Asian Tourism & Hospitality Awards ini merupakan sebuah pengakuan penting. Penghargaan baru yang berhasil diraih Jatiluwih malam ini adalah bukti nyata bahwa komitmen kami terhadap kualitas, keberlanjutan, dan pelestarian budaya lokal diakui secara luas di panggung internasional," ujar John Ketut Purna.
 
​Memasuki edisi kedua, penghargaan ini berkembang pesat dengan menjaring lebih dari 250 nominasi dari sembilan negara dan mengumpulkan lebih dari 100.000 suara dari masyarakat luas. Sebanyak 60 pemenang dari berbagai kategori, termasuk manajemen destinasi (destination management) dan inovasi pariwisata, diumumkan secara resmi pada malam penyerahan penghargaan tersebut.
 
​Bagi DTW Jatiluwih, yang telah dikenal dunia sebagai Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO berkat lanskap subak yang ikonis, penghargaan regional teranyar ini menjadi energi baru. Prestasi ini memotivasi manajemen untuk terus konsisten menerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan di tengah tantangan modernisasi global.
 
​John Ketut Purna menekankan bahwa raihan piala ini bukan sekadar lambang kemenangan seremonial, melainkan bentuk dedikasi kolektif yang nyata. Keberhasilan ini melibatkan sinergi erat dari para petani yang merawat lahan, pemandu wisata yang mengedukasi wisatawan, hingga staf manajemen di lapangan.
 
​Pihak manajemen juga secara khusus mengapresiasi fokus panitia yang memberikan penghormatan tinggi kepada para pekerja garis depan (frontliners). Kelompok pekerja inilah yang dinilai bersentuhan langsung dalam menyajikan pengalaman autentik kepada para pelancong mancanegara maupun domestik.
 
"Di balik penghargaan yang diterima Jatiluwih, ada peluh dan ketulusan masyarakat lokal yang bekerja tanpa lelah. Di Jatiluwih, komitmen kami mengakar kuat pada filosofi Tri Hita Karana—menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Penghargaan baru ini kami dedikasikan untuk seluruh masyarakat Jatiluwih yang terus menjaga warisan leluhur kita," tambah John Ketut Purna.
 
​Acara yang diinisiasi oleh TIN Media ini juga digelar dalam semangat mendukung kampanye nasional Visit Malaysia 2026. Kehadiran para pemimpin industri dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Vietnam, Kamboja, dan Filipina dalam ajang yang didukung oleh berbagai asosiasi regional seperti PATA Malaysia Chapter dan SKÅL International Kuala Lumpur ini, diharapkan mampu memperkuat kolaborasi pariwisata lintas negara di Asia Tenggara. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top