Disiplin Dalam Physical Distancing Masih Sulit Untuk Diterapkan 

DENPASAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Salah satu protokol kesehatan dalam mencegah Covid-19 adalah dengan menjaga jarak atau physical distancing. Kementerian Kesehatan pun telah mengatur jarak aman dalam bersosialisasi adalah 1-2 meter.

Namun, dari pengalaman di berbagai negara di dunia menunjukkan bahwa physical distancing sangat mudah diucapkan namun pada praktiknya sulit secara konsisten diterapkan. Padahal apabila hal itu dilakukan, maka Covid-19 dapat dikendalikan.

 

“Protokol kesehatan yang paling susah diatur adalah physical distancing pada kerumunan manusia, baik kerumuman dalam kegiatan ekonomi, sosial, maupun agama. Jaga jarak mudah diucapkan, tapi masih sulit untuk dilakukan,” kata Ahli Epidemiologi Universitas Udayana, Prof Dr. DN Wirawan.

 

Ia mengatakan, disiplin menjaga jarak agar tidak terjadi transmisi virus menjadi kunci dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Selain itu penyakit yang disebabkan oleh virus corona itu tidak akan mudah ditularkan apabila masyarakat disiplin menjaga jarak.

 

"Kerumunan yang menonjol khususnya di Kota Denpasar adalah kerumunan di pasar tradisional, baik kerumunan antarpedagang maupun pembeli, termasuk pasar tumpah dan pedagang bermobil. Kondisi ini wajib mendapatkan perhatian serius, karena adaptasi kebiasaan baru (tatanan kehidupan era baru) bukan berarti normal seperti dahulu sebelum adanya Covid-19, ada protokol kesehatan yang harus tetap diterapkan dengan disiplin dan menjadi perhatian bersama," ujar Wirawan.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top