Gudang Beras Jadi Kelas, Bulog Bali Ajak Milenial Tabanan Intip Dapur Ketahanan Pangan

2026-04-22-at-18.43.12
Bulog Kanwil Bali gelar Eduwisata di Kompleks Pergudangan Kediri I, Tabanan.

TABANAN-fajarbali.com | Perum BULOG Kantor Wilayah Bali melakukan terobosan edukatif dengan menyulap Kompleks Pergudangan Kediri I, Tabanan, menjadi ruang belajar terbuka. Melalui program bertajuk "Eduwisata", puluhan siswa dari SMA Surya Wisata Tabanan diajak terjun langsung melihat denyut nadi pengelolaan pangan nasional. Kegiatan ini bertujuan untuk mengikis jarak antara generasi muda dengan sektor pangan yang sering kali dianggap kaku dan teknis.

Acara dibuka langsung oleh Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Bali, Muhamad Anwar, yang menekankan bahwa masa depan kedaulatan pangan berada di tangan generasi muda. Dalam sambutannya, Anwar menggarisbawahi bahwa kepedulian remaja terhadap stabilitas harga dan ketersediaan stok adalah investasi jangka panjang bagi bangsa. “Kami berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap institusi yang menjaga isi piring masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Memasuki sesi inti, Manajer Pemasaran Dwi Nurafandi bertindak sebagai pemandu yang membedah peran strategis BULOG dalam rantai swasembada. Siswa tidak hanya mendengarkan teori, tetapi menyaksikan langsung bagaimana penyerapan hasil keringat petani lokal dikelola dengan standar manajemen stok nasional. Penjelasan ini memberikan gambaran konkret bahwa BULOG adalah jembatan penghubung antara kesejahteraan petani di hulu dan keterjangkauan harga di hilir.

Antusiasme peserta memuncak saat mereka diajak menyusuri lorong-lorong gudang untuk mempelajari alur pengadaan beras. Mereka diperkenalkan pada teknologi penyimpanan dan teknik perawatan komoditas rutin yang menjamin mutu beras tetap prima hingga sampai ke tangan konsumen. Proses ini membuktikan bahwa menjaga kualitas pangan memerlukan ketelitian tinggi, mulai dari tahap penyerapan, pemeliharaan suhu, hingga distribusi ke pasar-pasar rakyat.

Tak hanya soal beras, para siswa juga diperkenalkan pada lini produk komersial BULOG lainnya seperti gula pasir dan minyak goreng. Edukasi ini diperkuat dengan pemaparan filosofi "Tiga Pilar Utama BULOG" yakni Ketersediaan, Keterjangkauan, dan Stabilitas. Ketiga pilar ini dijelaskan sebagai fondasi mati yang menjaga Indonesia dari ancaman krisis pangan, sekaligus sebagai instrumen negara dalam mengendalikan laju inflasi daerah.

BACA JUGA:  Jaga Produktivitas dan Ketahanan Pangan Saat Pandemi Covid-19, Wabup Suiasa Serahkan Bantuan Benih Padi Inbrida dan Cabe Kepada Petani

Pengalaman baru ini meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta, salah satunya Ni Kadek Theya Vratiwi. Siswa SMA Surya Wisata ini mengaku matanya terbuka lebar mengenai rumitnya menjaga ketahanan pangan yang selama ini ia nikmati setiap hari. "Kegiatan ini sangat bermanfaat dan membuka wawasan kami. Kami jadi paham proses panjang beras dari sawah hingga siap didistribusikan, serta betapa krusialnya peran BULOG bagi masyarakat," ungkapnya dengan antusias.

Melalui inisiatif Eduwisata ini, BULOG Kanwil Bali sukses mengirimkan pesan kuat bahwa gudang pangan bukan sekadar tempat penyimpanan, melainkan simbol ketahanan sebuah bangsa. Dengan melibatkan pelajar, BULOG berharap muncul bibit-bibit baru yang tertarik menekuni sektor pangan di masa depan. Langkah ini menjadi bagian dari kampanye berkelanjutan untuk memastikan literasi pangan tertanam kuat sejak dini demi Indonesia yang lebih mandiri. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top