MANGUPURA-fajarbali.com | InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) secara resmi memperkuat posisinya sebagai pengelola kawasan pariwisata berintegritas. Perusahaan pelat merah ini berhasil meraih sertifikasi SNI ISO 37001:2016 terkait Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) di The Nusa Dua, Bali.
Capaian ini diraih setelah ITDC melewati Audit Surveillance II pada Januari 2026 yang dilakukan oleh PT Garuda Sertifikasi Indonesia. Sebagai lembaga independen yang terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN), pengakuan ini memastikan bahwa tata kelola ITDC telah memenuhi standar global International Accreditation Forum (IAF).
Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menegaskan bahwa sertifikasi ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan pilar utama dalam menjaga transparansi bisnis. Menurutnya, integritas adalah modal utama dalam mengelola kawasan pariwisata strategis nasional agar tetap kompetitif di mata dunia.
Langkah ini dianggap krusial untuk meningkatkan rasa aman bagi para investor dan mitra strategis. “Dengan adanya sistem anti penyuapan yang terstandarisasi, ITDC menjamin setiap proses kerja sama di kawasan wisata berjalan secara profesional, adil, dan bebas dari praktik korupsi,” ujar Ahmad Fajar.
Penerapan SMAP ini juga difungsikan sebagai instrumen penguat kendali internal di lingkungan perusahaan. Budaya kerja yang menjunjung tinggi etika dan akuntabilitas kini menjadi fondasi utama bagi seluruh karyawan dalam menjalankan operasional harian di berbagai wilayah kerja.
Sebagai pengelola aset besar seperti The Nusa Dua, The Mandalika, hingga The Golo Mori, ITDC memikul tanggung jawab besar menciptakan ekosistem investasi yang sehat. Keberhasilan ini sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan kawasan yang bersih dan kredibel.
“Sertifikasi ini juga menjadi bagian dari peta jalan implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan. Fokus pada aspek governance atau tata kelola memastikan bahwa pembangunan pariwisata berkelanjutan dapat dicapai tanpa kompromi terhadap nilai-nilai moral,” pungkas Ahmad Fajar.
Ke depan, ITDC berkomitmen terus mengasah kapasitas internal dan memperketat pengawasan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Upaya kolektif ini diharapkan mampu menjaga reputasi pariwisata Indonesia sebagai destinasi yang tidak hanya indah, tetapi juga terpercaya secara bisnis. (M-001)










